logo-color

Publikasi
Artikel Populer

BELAJAR FIKIH LEBIH MENYENANGKAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN CROSSWORD PUZZLE

Nurul Khotimah, S.Pd.I

Nurul Khotimah, S.Pd.I

MI Ma’arif NU Karangasem Purbalingga
arsyilnurul5@gmail.com

Menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 tujuan pendidikan Indonesia adalah untuk mengembangkan potensi para pelajar dalam hal peserta didik agar bisa menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, peserta didik juga diharapkan dapat mempunyai kepribadian yang berakhlak mulia, berilmu, mandiri, kreatif, sehat, dan yang paling penting adalah membentuk peserta didik menjadi warga negara yang memiliki sikap demokratis dan juga bertanggung jawab. Dalam mewujudkan tujuan pendidikan tersebut, seorang guru diharapkan mampu memaksimalkan perannya untuk mencetak peserta didik yang memiliki kecakapan hidup dan kompetensi yang ada dalam kurikulum. Kecakapan hidup yang dimiliki seperti aspek kognitif, spiritual, sosial, dan psikomotor. Dengan memiliki kompetensi, peserta didik diharapkan mampu menyelesaikan masalah yang dihadapinya kelak, dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih, sehingga kehidupannya menjadi lebih baik dapat berguna bagi bangsa, negara, dan agama serta keluarganya di masa mendatang.

Tidak hanya peserta didik yang meningkat kompetensinya, gurupun perlu meningkatkan kompetensinya guna menunjang karir keprofesiannya. Guru harus menguasai beberapa prinsip, metode, dan strategi mengajar yang sesuai dan efektif untuk pembelajaran. Salah satu cara yang dilakukan guru untuk mempermudah dalam menyampaikan pembelajaran, guru perlu menerapkan berbagai metode, model, media serta strategi pembelajaran yang membuat peserta didik memiliki kompetensi sesuai tujuan pembelajaran. Disamping itu, guru juga harus mampu menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan. Sehingga peserta didik lebih mudah menyerap materi pembelajaran yang disampaikan guru.

Cara yang dilakukan guru untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan di kelas adalah menggunakan media pembelajaran. Media merupakan unsur penting dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan media pembelajaran, guru lebih mudah menyampaikan materi dan peserta didik cepat menangkap pengetahuan dari guru. Peserta didik tidak berpikir abstrak, namun dapat mengamati, berpikir, dan mempraktikkan sesuatu dari penggunaan media pembelajaran. Peserta didik tidak hanya monoton mendengarkan penjelasan guru, tetapi dengan media membantu memotivasi peserta didik untuk belajar, antusias dalam menerima materi pembelajaran yang akhirnya mendapat hasil sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu media pembelajaran yang  digunakan guru di MI Ma’arif NU Karangasem dalam rangka menciptakan pembelajaran menyenangkan adalah “Media Pembelajaran Crossword Puzzle”.

Crossword Puzzle ( Teka-teki  Silang ) dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah permainan mengisi kolom-kolom yang kosong dengan diawali pertanyaan-pertanyaan secara mendatar dan menurun. Menurut Hisyam Zaini (2008:71), pengertian media pembelajaran Crossword Puzzle adalah suatu model pembelajaran yang menyenangkan tanpa kehilangan esensi belajar yang sedang berlangsung, bahkan pembelajaran dengan cara ini dapat melibatkan partisipasi peserta didik secara aktif sedari awal. Crossword Puzzle merupakan sebuah permainan yang dilakukan dengan cara mengisi ruang-ruang kosong berbentuk kotak dengan huruf-huruf sehingga membentuk sebuah kata yang sesuai dengan petunjuk.

Manfaat Crossword Puzzle dalam pembelajaran diantaranya: a) Dapat mengasah daya ingat peserta didik mengenai materi tertentu. b) Ketika teka-teki diberikan, peserta didik akan mengingat pengetahuan yang dimilikinya hingga saat itu. c) Belajar mengklasifikasi. d) Mengembangkan kemampuan menganalisa. e) Menghibur. f) Merangsang kreativitas otak.

Langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan media Crossword Puzzle adalah : 1) Pembelajaran diawali dengan membaca doa, presensi, dan appersepsi. 2) kegiatan inti dengan cara menanamkan konsep tentang materi yang akan dipelajari. 3) Membagikan Crossword Puzzle bisa dalam bentuk cetak dikerjakan langsung maupun bentuk link dikerjakan secara online kepada peserta didik. 4) Setelah peserta didik mengisi, jika cetak maka akan memperoleh nilai. Jika mengisi link setelah selesai, akan muncul score dan sertifikat sebagai penghargaan.

Penggunaan Crossword Puzzle sebagai Media Pembelajaran Materi Haji dan Umroh dalam bentuk link di MI Ma’arif NU Karangasem:

  1. Guru membagikan link Crossword Puzzle tentang materi Haji dan umroh kepada peserta didik. https://www.proprofsgames.com/ugc/crossword/haji-dan-umroh-9/
  2. Peserta didik membuka link yang diberikan oleh guru mengenai materi Haji dan Umroh.
  3. Setelah membuka link kemudian Klik Play pada pojok kiri bawah dan peserta didik mengisi Crossword Puzzle tersebut.
  4. Setelah peserta didik selesai mengisi semua kotak, maka akan muncul score perolehan.
  5. Kemudian cetak sertifikat hasil perolehan sebagai penghargaan kepada peserta didik.

Penggunaan media pembelajaran Crossword Puzzle pada materi Haji dan Umroh sangat membantu guru dalam menyampaikan materi kepada peserta didik. Selain memudahkan peserta didik menerima materi juga menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan. Karena peserta didik tidak hanya memahami konsep saja, tetapi juga psikomotorik mereka juga dilatih untuk mengingat materi. Juga ketika Crossword Puzzle itu diberikan sebagai tugas kelompok, maka tidak hanya ranah kognitif saja yang didapat, namun juga psikomotor dan sosial. Dengan penggunaan media pembelajaran yang sesuai, proses belajar mengajar menjadi lebih aktif dan suasana belajar lebih menyenangkan. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik.

Tags

Share this post:

Postingan Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jika ingin berlangganan berita dari kami, silakan memasukkan email pada kolom di bawah ini

Radar Edukasi adalah portal berita pendidikan di bawah naungan Penerbit P4I