logo-color

Publikasi
Artikel Populer

BELAJAR FISIKA, HINGGA MEMECAHKAN MASALAH SESUAI DENGAN GAYA BELAJARNYA

Masfaratna, S.Pd

Masfaratna, S.Pd

MAN 1 Bungo Plus Keterampilan
Alamat email: masfaratna5@gmail.com

Setiap hari tentu kita banyak menemukan masalah dalam menjalani kehidupan didunia ini. Kerap kali kita harus melakukan dan memutuskan masalah yang dihadapi tersebut dengan tepat. Keterampilan memecahkan masalah atau Problem solving adalah suatu keterampilan yang dibutuhkan siswa pada abad 21 ini yang dikenal dengan 4C. Guru diharapkan dapat menghadirkan masalah yang kontekstual, menarik, dan relevan dengan materi ajar sehingga peserta didik antusias untuk memecahkan masalah dengan melakukan penyelidikan sehingga siswa aktif selama proses pembelajaran.

 

Pada gambar diatas, siswa mengamati permasalahan yang dihadirkan oleh guru terkait elastisitas. Kemudian guru menanyakan kepada siswa ;

Apakah kedua model gantungan kunci elastis tersebut memiliki elastisitas yang sama? Model mainan kunci mana yang paling elastis ? dan Bagaimana pengaruh konstanta pegas terhadap pertambahan panjang pegas?

Diharapkan dengan memberikan pertanyaan tersebut timbul sikap kreativitas, menumbuhkan rasa ingin tahu pada siswa. Kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk berfikir kritis yang untuk menghadapi tantangan dimasa depan. Sehingga terbentuk pola pikir cerdas dan belajar sepanjang hayat.Ketika mengorganisasikan siswa untuk belajar, siswa dibagi menjadi 3 kelompok sesuai dengan gaya belajarnya,

Diferensiasi proses terlihat ketika peserta didik dikelompokkan menjadi 3 kelompok  berdasarkan hasil tes  diagnostik gaya belajar.dimulai, maka siswa dikelompokkan kelompok 1: Kelompok audio visual, kelompok 2: kelompok visual linguistik, kelompok 3: kelompok kinestetik.

Diferensiasi konten terlihat Ketika peserta didik mengumpulkan informasi terkait konsep elastisitas dan penerapan hukum hooke sesuai dengan gaya belajarnya. Mengumpulkan informasi berdasarkan modul ajar dan LKPD kelompok masing-masing sesuai gaya belajarnya.

Diferensiasi produk terlihat ketika peserta didik menyajikan hasil penyelidikannya sesuai dengan gaya belajar kelompoknya masing-masing. Kelompok audio visual menyajikan dalam bentuk poster, kelompok liguistik menyajikan dalam bentuk laporan, kelompok kinestetik dalam bentuk presentasi power point.

Proses pembelajaran ilmiah menerapkan nilai-nilai dengan memberi contoh (ing ngarso sung tulodo), membangun kemauan keras (ing madyo mangun karso) dan mengembangkan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran (tut wuri handayani) merupakan bagian dari program pendidikan Ki Hajar Dewantara. . Filsafat merupakan sistem “diantara”, artinya guru harus mampu membimbing peserta didik agar berkembang sesuai fitrahnya.

Guru diharapkan mampu memetakan kebutuhan belajar peserta sesuai dengan gaya belajarnya. Filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara merupakan bagian dari konsep pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik. Pembelajaran yang dibedakan adalah upaya untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap siswa. Penyesuaian tersebut terkait dengan minat siswa, profil pembelajaran, dan persiapan untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik.

Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilaksanakan oleh Nurhalimah pada tahun 2023 terkait model Problem Based Learning dengan strategi berdiferensiasi dapat dimanfaatkan sebagai rujukan bagi pendidik untuk meningkatkan keaktifan peserta didik. Dengan menghadirkan masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari seperti gantungan kunci elastis. Memilih media sederhana yang dekat dengan peserta didik sehingga peserta didik termotivasi melakukan penyelidikan dan terasah kemampuan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Menjadikan pembelajaran lebih bermakna sehingga lama teringat dalam ingatan nya.

Dalam penerapan model berbasis masalah dengan strategi pembelajaran berdiferensiasi pada hukum hooke

Orientasi peserta didik pada masalah

Pada tahap ini guru menghadirkan masalah konstekstual terkait elstisitas. Guru menghadirkan 2 buah gantungan kunci elastis berbeda model. Peserta didik diminta merumuskan masalah gantungan kunci mana yang lebih elastis.

Gambar 1. Guru memberikan kesempatan peserta didik merumuskan masalah

Mengorganisasi peserta didik untuk belajar

Pada tahap ini, guru menggunakan strategi pembelajaran berdiferensisasi, dengan membagi pesertadidik menjadi 3 kelompok sesuai dengan gaya belajarnya yaitu kelompok audio visual, kinestetik danvisual lingusitik. Difereansiasi yang dilakukan berupadiferensiasi proses, konten, dan produk. Guru memberikan LKPD yang berbeda sesuai dengan kelompok gaya belajarnya

Gambar 2. Peserta didik mengumpulkan informasi sesuai gaya belajar

Membimbing penyelidikan individual maupun

Kelompok Peserta didik melakukan penyelidikan dengan menerapkan percobaan hukum Hooke untuk menentukan mainan kunci mana yang lebih elastis dari kedua model mainan kunci yang diberikan.

Gambar 3. peserta didik melakukan penyelidikan

Mengembangkan dan menyajikan hasil

Peserta didik menyajikan hasil belajar sesuai dengan kelompok gaya belajarnya. Kelompok audio visual menyajikan hasil penyelidikan dalam bentuk poster, kelompok kinestetik dalam bentuk presentasi powerpoint, dan kelompok visual linguistik dalam bentuk laporan.

Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

setiap kelompok melakukan presentasi dan ditanggapi oleh kelompok lain.

Gambar 4. Kelompok kinestetik menampilkan hasil penyelidikan melalui grafik

Semoga dengan diterapkannya Pembelajaran yang inovatif dapat meningkatkan motivasi siswa, melatih keterampilan 4C. kemampuan berfikir kritis , logis, reflektif, dan kreatif yang merupakan kemampuan berfikir tingkat tinggi. Diharapkan dapat mendongkrak prestasi semua siswa yang memberikan efek positif bagi perkembangan pengetahuan dan keterampilan masing-masing siswa. Memungkinkan siswa lebih banyak berpartisipasi dalam pembelajaran di kelas karena guru dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa.

 

Tags

Share this post:

Postingan Lain

One Response

  1. Terimakasih sudah memberikan ilmu yang luar biasa semoga dapat menambah pengetahuan baru terus kedepannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jika ingin berlangganan berita dari kami, silakan memasukkan email pada kolom di bawah ini

Radar Edukasi adalah portal berita pendidikan di bawah naungan Penerbit P4I