logo-color

Publikasi
Artikel Populer

GOOGLE CLASSROOM DALAM MERDEKA BELAJAR, APA KABAR?

Moh. Badrus Sholeh Arif, M.Pd

Moh. Badrus Sholeh Arif, M.Pd

Universitas Jember
mbadrussholeha.fkip@unej.ac.id

Digitalisasi di segala bidang telah berkembang secara baik di era industry 5.0. Perkembangan ini dapat dirasakan dari kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin banyak digunakan di kalangan masyarakat. Produk dari TIK yang sering dilihat adalah telepon genggam pintar (Smart Phone). Telepon genggam ini seperti kebutuhan pokok semua orang, tak terkecuali guru dan siswa di sekolah.    

Dra. Sri Wahyuningsih, M.Pd., Direktur Sekolah Dasar, Kemendikbudristek mengungkapkan bahwa dalam rangka percepatan digitalisasi di dunia pendidikan, Kemendikbudristek secara bertahap berupaya melengkapi sarana pembelajaran berbasis TIK. Sarana yang dimaksud adalah akun belajar.id, untuk meningkatkan kemampuan, kompetensi, dan wawasan para guru di sekolah. Menurut Robby Setia Pramana, S.Pd., Duta Rumah Belajar dan Google Master Trainer Level 3, adanya akun belajar.id ini kegiatan belajar mengajar menjadi lebih mudah karena terintegrasi dengan Google, seperti Google meet, Google slide, Google form. Semua fasilitas tersebut dapat dikombinasikan dalam satu fasilitas yakni Google classroom.

Google classroom banyak digunakan saat pandemi covid-19 selain aplikasi WhatApp (WA). Kedua aplikasi ini banyak digunakan karena siswa dan guru tidak berkenankan belajar secara tatap muka. Google classroom memungkinkan guru untuk membuat kelas virual, membuat absensi, menambahkan tugas dan materi bahkan vidio pembelajar dari saluran YouTube. Hal ini juga dapat dilakukan di aplikasi WA, akan tetapi tugas, materi dan link vidio akan mudah tergeser jika ada banyak komentar atau pertanyaan dari anggota grup atau kelas. Namun, setelah masa pandemi dinyatakan sudah berakhir dan pembelajaran di sekolah beralih ke pembelajaran tatap muka, kedua aplikasi ini mulai ditinggalkan terlebih lagi google classroom.

Data dari Google Trend terkait penggunaan google classroom mulai diumumkan awal pandemi covid-19 yakni 11 maret 2020 hingga sekarang mengalami penurunan (gambar 1). Saat awal pandemi banyak guru mengeluh saat menggunakan google classroom kesulitan kuota internet, sulit membuat vidio pembelajar hingga tidak memiliki smart phone. Kemendikbud merespon keluhan tersebut dengan memberikan kuota internet gratis tiap guru dan siswa, berkerja sama dengan platform edutek (seperti ruang guru, rumah belajar, Zenius dll), hingga subsidi bantuan untuk guru dan siswa dalam memiliki smart phone. Namun setelah pandemi, penggunaan google classroom semakin sedikit meskipun smart phone dan jaringan internet sudah sangat baik.

Ada beberapa alasan yang menyebabkan guru tidak menggunakan google classroom setelah pandemi. Pertama, lebih nyaman menggunakan metode mengajar langsung. Kedua, membuat materi di google classroom harus memakai laptop sehingga kurang praktis dibanding menggunakan smart phone. Ketiga, kurang tertarik mencari informasi terkait penggunaan google classroom dalam pembelajaran. Keempat, kurang adanya rekan guru yang memberikan contoh pembelajaran menggunakan google classroom.

Untuk meminimalisisi kekurangpopuleran google classroom di kalangan guru, Kemendikbudristek banyak mengadakan webinar terkait digitalisasi sekolah. Salah satu webiar yang tayang di kanal Youtube Ditpsdtv yang berjudul Pemanfaatan TIK di Sekolah Dalam Rangka Digitalisasi Pendidikan Era Merdeka Belajar, salah satu pemateri Berry Devanda, S.Pd M.Ed., Duta Rumah Belajar dan Google Master Trainer Level 3 menjelaskan terkait akun belajar.id yang terintegrasi dengan google. Dalam akun belajar id., banyak menyediakan vidio pembelajaran mulai dari kelas satu sekolah dasar sampai kelas 12 SMA. Sehingga Akun belajar ini bisa menjadi salah satu pilihan referensi bahan pembelajaran yang menarik dan interaktif.

Dari pemaparan di atas, perlu adanya solusi untuk mensosialisasikan integrasi antara akun belajar.id yang terintegrasi dengan google. Pertama, perlu diadakan pelatihan yang dilaksanakan oleh sekolah atau rekan guru terkait penggunaan akun belajar.id yang terhubung dengan google classroom dalam kegiatan belajar mengajar harian. Kedua, perlu adanya pembiasaan penggunaan akun belajar.id dalam kegiatan harian. Dua saran ini bertujuan agar program pemerintah terkait digitasisasi Pendidikan dapat terlaksana dengan baik. Terlebih lagi, sosialisasi penggunaan akun belajar.id lebih mudah dilaksanakan.

Tags

Share this post:

Postingan Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jika ingin berlangganan berita dari kami, silakan memasukkan email pada kolom di bawah ini

Radar Edukasi adalah portal berita pendidikan di bawah naungan Penerbit P4I