logo-color

Publikasi
Artikel Populer

LINDUNGI SEKOLAH DARI NARKOBA YANG MERAJALELA

Sutahir, M.M.Pd.

Sutahir, M.M.Pd.

SMA Negeri 1 Suodadi

Pelajar adalah generasi penerus bangsa. Mereka diharapkan tekun belajar, berlatih dan menjalankan pola hidup yang sehat agar tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang berilmu, cerdas, kuat, berkarakter dan berdaya saing tinggi untuk menyongsong masa depan yang gemilang dalam berbagai bidang kehidupan.

Kenyataan tidak selalu sejalan dengan keinginan. Banyak pelajar yang malas belajar dan terlibat dalam berbagai kasus penyalahgunaan narkoba, baik sebagai pengguna maupun pengedar. Banyak di antara mereka yang tidak hanya mengorbankan pendidikan, tetapi juga harus merelakan masa depan mereka ditelan zaman karena menjadi pecandu akut yang mengalami kerusakan fisik, mental, dan kejiwaan yang sulit disembuhkan. Mereka tidak hanya mengecewakan diri sendiri, tetapi juga mengecewakan orang-orang yang mencintai mereka, terutama orang tua, guru dan saudara-saudara mereka. Mereka juga mengecewakan nusa, bangsa, dan agama, karena keberadaan mereka menjadi   beban   dan   membawa   pengaruh   negatif   terhadap kehidupan masyarakat dan lingkungannya.

Peredaran narkoba di Kabupaten Lamongan terbilang masih cukup marak. Hal itu terlihat dari banyaknya kasus yang berhasil terungkap hanya dalam 10 hari pelaksanaan Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2022 yang digelar Polres Lamongan. Dalam operasi yang berlangsung mulai tanggal 22 Agustus hingga 2 September 2022 tersebut, Polres Lamongan berhasil mengungkap sebanyak 10 kasus peredaran narkoba, mulai dari jenis sabu-sabu, ganja hingga jenis pil. (sumber: TIMEINDONESIA, LAMONGAN)

Lalu bagaimana upaya pencegahan peredaran narkoba di sekolah wilayah Kabupaten Lamongan? Untuk pencegahan peredaran narkoba di sekolah tentunya membutuhkan kerja sama dan kerja keras seluruh stakeholder sekolah atau lembaga pendidikan. Harus ada langkah-langkah dan upaya yang konkret pada siswa secara maksimal baik itu melalui kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.

Bentengi pelajar dari peredaran narkoba

Pemahaman tentang narkoba sangatlah penting, untuk bekal dalam membentengi diri agar tidak dekat-dekat dengan narkoba, apalagi mencoba-coba. Oleh karena menjadi faktor penting memberikan kegiatan yang bersifat positif, kontinu dan insidental. Sekolah sebagai salah satu lembaga atau institusi yang mencetak generasi bangsa yang berkualitas dan dapat berdaya saing tinggi harus bebas dari narkoba. Untuk itu harus ada sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum dan sekolah dalam program pencegahan peredaran narkoba disekolah.

Langkah apa yang dilakukan sekolah?

Langkah yang dilakukan sekolah untuk pencegahan peredaran narkoba meliputi:

1. Upaya Terhadap Siswa

  1. Memberikan pendidikan kepada siswa tentang bahaya dan akibat penyalahgunaann
  2. Melibatkan siswa dalam perencanaan pencegahan peredaran narkoba di sekolah. Keterlibatan siswa dalam kegiatan pencegahan peredaran narkoba di antaranya; (P4GN), parenting anti narkoba, tes urine/tes kondisi adiksi siswa, guru serta karyawan sekolah dan sidak anti narkoba.
  3. Membentuk citra diri yang positif dan mengembangkan keterampilan yang positif untuk tetap menghindari dari pemakaian narkoba dan merokok. Misalnya dengan kegiatan, lomba karikatur dengan tema “Perang Melawan Narkoba”, lomba puisi dengan tema “Lawan Narkoba!” dan lain sebagainya.
  4. Menyediakan pilihan kegiatan yang bermakna bagi siswa, melalui ekstrakurikuler.
  5. Meningkatkan kegiatan bimbingan konseling, di mana sekolah dapat berperan sebagai Counseling Agency, mengembangkan berbagai bentuk program pelatihan dengan target yang terukur dan tahapan yang realistis.
  6. Penerapan kehidupan beragama dalam kegiatan sehari–hari di sekolah. Melalui kegiatan pembiasaan bagi siswa dan guru yang bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Allah SWT. Program pembiasaan tersebut, di antaranya: doa bersama, Jamaah sholat dhuhur, Istighotsah, kajian Islam setiap satu bulan sekali dan sebagainya.

 

2. Upaya untuk membina lingkungan sekolah

  1. Menciptakan suasana lingkungan sekolah yang sehat dengan membina hubungan yang harmonis antara pendidik dan peserta didik,
  2. Melarang orang yang tidak berkepentingan untuk masuk lingkungan sekolah,
  3. Mengupayakan kehadiran guru secara teratur di sekolah,
  4. Sikap keteladanan guru amat penting,
  5. Membina kerjasama yang baik dengan berbagai pihak,
  6. Meningkatkan pengawasan anak sejak masuk sampai pulang sekolah.

Upaya–upaya tersebut dilakukan agar semaksimal mungkin mampu memberikan pemahaman kepada seluruh stakeholder sekolah dan membentengi sekolah dalam hal ini siswa, guru, karyawan sekolah dan seluruh komponen sekolah supaya mencegah peredaran narkoba di sekolah. Dengan demikian, sekolah menjadi lingkungan yang sehat, tertib, aman serta kondusif.

Tags

Share this post:

Postingan Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jika ingin berlangganan berita dari kami, silakan memasukkan email pada kolom di bawah ini

Radar Edukasi adalah portal berita pendidikan di bawah naungan Penerbit P4I