logo-color

Publikasi
Artikel Populer

EDUKASI DAN PELATIHAN MANAJEMEN LAKTASI DAN TEKNIK AKUPRESUR SEBAGAI METODE ALAMI PENINGKATAN PRODUKSI ASI BAGI IBU MENYUSUI DI DUSUN TAENO BAWAH KOTA AMBON

Viqy Lestaluhu, Meilany Laisouw, Siti Jubaeda Masi

Viqy Lestaluhu, Meilany Laisouw, Siti Jubaeda Masi

Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Maluku
viqylestaluhu@gmail.com

Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak serta mendukung keberhasilan program ASI eksklusif, Tim Pengabdi Program Studi D-III Kebidanan Ambon Poltekkes Kemenkes Maluku melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Edukasi dan Pelatihan Manajemen Laktasi dan Teknik Akupresur sebagai Metode Alami Peningkatan Produksi ASI bagi Ibu Menyusui.” Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, yakni pada tanggal 11 sampai dengan 12 Mei 2026 di Dusun Taeno Bawah, Kota Ambon.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Prodi Kebidanan Ambon sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan bayi. Dusun Taeno Bawah dipilih sebagai lokasi kegiatan karena masih ditemukan berbagai permasalahan terkait praktik menyusui dan kurangnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya manajemen laktasi dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif.

Pelaksanaan kegiatan diikuti oleh ibu menyusui yang berada di wilayah Dusun Taeno Bawah. Selain melibatkan mahasiswa, kegiatan ini juga melibatkan kader kesehatan setempat untuk mendukung keberlanjutan edukasi di masyarakat. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan dimulai. Para ibu menyusui tampak aktif mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang telah disusun oleh tim pengabdi.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta terkait manajemen laktasi dan teknik akupresur dalam meningkatkan produksi ASI. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sharing session yang memberikan kesempatan kepada para ibu untuk berbagi pengalaman, kendala, dan permasalahan yang dialami selama proses menyusui.

Dalam sesi tersebut, banyak ibu menyampaikan keluhan mengenai produksi ASI yang dirasa kurang, posisi menyusui yang belum tepat, hingga kurangnya dukungan keluarga selama masa menyusui. Melalui sharing session ini, tim pengabdi dapat memahami kondisi dan kebutuhan peserta sehingga materi yang diberikan lebih sesuai dengan permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Selanjutnya, tim pengabdi memberikan penyampaian materi mengenai manajemen laktasi. Materi yang diberikan meliputi pentingnya ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, manfaat ASI bagi ibu dan bayi, teknik menyusui yang benar, posisi dan perlekatan yang tepat, serta upaya menjaga kelancaran produksi ASI. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui metode ceramah dan diskusi sehingga peserta dapat lebih mudah memahami informasi yang diberikan.

ASI merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi yang memiliki kandungan gizi lengkap dan sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal. “Keberhasilan pemberian ASI eksklusif sangat dipengaruhi oleh pengetahuan ibu tentang manajemen laktasi, kondisi psikologis ibu, serta dukungan keluarga. Karena itu, edukasi seperti ini sangat penting agar ibu lebih percaya diri dalam menyusui,” jelasnya.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi teknik akupresur sebagai metode alami untuk membantu meningkatkan produksi ASI. Tim pengabdi memperagakan titik-titik akupresur yang dipercaya dapat membantu merangsang hormon prolaktin dan oksitosin sehingga dapat membantu memperlancar produksi ASI.

Untuk mempermudah pemahaman peserta, kegiatan juga dilengkapi dengan pemutaran video teknik akupresur. Melalui media video, para peserta dapat melihat secara lebih jelas langkah-langkah dan teknik penekanan pada titik akupresur yang benar. Peserta tampak antusias menyimak video dan memperhatikan setiap tahapan yang diperagakan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian kelompok praktik. Para ibu menyusui dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dan didampingi langsung oleh tim pengabdi serta mahasiswa selama proses praktik berlangsung. Pendampingan dilakukan agar setiap peserta dapat mempraktikkan teknik akupresur dengan benar dan mandiri.

Suasana praktik berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak aktif mencoba teknik yang diajarkan sambil bertanya mengenai langkah-langkah yang masih belum dipahami. Melalui metode praktik langsung, peserta menjadi lebih mudah memahami dan mengingat teknik akupresur yang dapat diterapkan di rumah.

Selain praktik, tim pengabdi juga membuka sesi diskusi dan tanya jawab. Pada sesi ini, para ibu menyusui diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun pengalaman selama menyusui. Diskusi berlangsung aktif karena banyak peserta ingin mengetahui solusi terhadap berbagai kendala menyusui yang mereka alami.

Untuk mengetahui efektivitas kegiatan, setelah seluruh rangkaian edukasi dan pelatihan selesai dilaksanakan, peserta diminta mengisi kuesioner post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai manajemen laktasi, manfaat ASI eksklusif, teknik menyusui yang benar, serta pemahaman tentang teknik akupresur sebagai metode alami peningkatan produksi ASI.

Selain peningkatan pengetahuan, hasil observasi selama praktik juga menunjukkan adanya peningkatan keterampilan ibu menyusui dalam melakukan teknik akupresur secara mandiri sesuai langkah-langkah yang telah diajarkan. Pada akhir kegiatan, para peserta mampu mempraktikkan teknik akupresur secara mandiri dengan lebih percaya diri.

Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan program, tim pengabdi juga membagikan leaflet edukasi yang berisi informasi tentang manajemen laktasi dan langkah-langkah melakukan teknik akupresur. Leaflet tersebut diharapkan dapat menjadi media pembelajaran yang dapat digunakan kembali oleh ibu menyusui di rumah.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Tim Pengabdi Prodi D-III Kebidanan Ambon Poltekkes Kemenkes Maluku berharap dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ASI eksklusif serta metode alami dalam membantu meningkatkan produksi ASI. Kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat peran tenaga kesehatan, kader, dan keluarga dalam mendukung ibu menyusui sehingga tercipta generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas.

Tim Pengabdi berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang bermanfaat dan berdampak langsung bagi masyarakat sebagai bagian dari kontribusi nyata institusi pendidikan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Provinsi Maluku.

Tags

Share this post:

Postingan Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jika ingin berlangganan berita dari kami, silakan memasukkan email pada kolom di bawah ini

Radar Edukasi adalah portal berita pendidikan di bawah naungan Penerbit P4I