Sulasmi, S.Pd.
SDN 9 Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya
sulasmi811@guru.sd.belajar.id
Ramadan menjadi momen penyucian jiwa, menanamkan empati, memperkuat ikatan kasih sayang dengan berbagi, memaksimalkan ibadah dan bersosial untuk membentuk karakter mulia. Dimensi beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, penerapannya berkaitan erat dengan Panca Cinta, tidak hanya fokus pada ibadah saja tetapi bagaimana keimanan tersebuat diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Panca Cinta bertujuan menginternalisasi nilai utama yaitu cinta kepada Allah, dan Rasul, cinta ilmu pengetahuan, cinta diri dan sesama, cinta lingkungan, serta cinta tanah air.
Namun dalam era modern saat ini terdapat tantangan yang kompleks antara lain, karena adanya pengaruh perkembangan teknologi yang semakin pesat, perubahan sosial, kurangnya refleksi diri, terjadinya pendangkalan spiritual, pengaruh lingkungan dan pergaulan, krisis keistikamahan, dan keterbatasan nilai karakter karena beban akademik.
Tantangan tersebut menjadi motivasi seluruh warga Sedasri 9 untuk berkolaborasi membangun keimanan dan ketaqwaan wujudkan dimensi beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia melalui pendalaman Panca Cinta. Mengapa Panca Cinta? Panca Cinta memperkuat karakter siswa dalam membangun keimanan dan ketaqwaan. Cinta kepada Tuhan dan Rasul dengan menanamkan rasa cinta secara nyata membangun ketaatan beribadah. Cinta diri dan sesama menanamkan rasa hormat. Cinta ilmu pengetahuan mendorong semangat untuk belajar. Cinta lingkungan dengan berkesadaran menjaga alam semesta. Cinta tanah air menumbuhkan nasionalisme sebagai wujud syukur. Siswa tidak hanya unggul dalam akademik namun matang secara spiritual dan emosional sehingga dimensi profil lulusan beriman dan bertaqwa terwujud melalui tindakan nyata penerapan akhlak beragama, akhlak kepada manusia, akhlak pribadi, akhlak kepada alam, dan akhlak bernegara. Kasih sayang, toleransi, dan kepedulian sebagai landasan perilaku yang merupakan cerminan dari taqwa.
Ramadan memilki peran dalam membangun dan membentuk perilaku positif (akhlak karimah). Melalui lingkungn kondusif, terlaksana berbagai kegiatan antara lain sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai dengan berdoa bersama di halaman sekolah, shalawatan, bersyair Ramadan. Memperdalam rasa cinta kepada Allah melalui ibadah wajib, dan sunah tarawih berkolaborasi dengan orang tua siswa mengisi jurnal 7 KAIH. Menumbuhkan cinta pada Rasul dengan akhlak mulia memperkuat silaturahmi dan disiplin diri dalam beribadah melalui shalat dhuha berjamaah. Berlatih untuk sabar mampu mengontrol diri dengan berperilaku positif sebagai bentuk cinta pada diri sendiri. Membangun empati dan kepedulian dengan berbagi dan gotong royong menjaga kebersihan keindahan lingkungan. Menyebarkan kasih sayang saling menyapa dan memotivasi teman sebagai bentuk sikap cinta pada sesama. Pembiasaan mencintai ilmu pengetahuan dengan literasi, tadarusan dan tahfidz surah pendek. Harapan kami mampu membudayakan perilaku positif yang berkelanjutan setelah Ramadan.
Kegiatan bershalawat, tadarusan, gotong royong dan jurnal 7 KAIH sebagai berikut.
Berbagai kegiatan dalam nuansa Ramadan tahun ini terlaksana dengan respon positif seluruh warga sekolah, sebagai tindakan nyata dalam membangun keimanan dan ketaqwaan melalui pendalaman Panca Cinta untuk mewujudkan dimensi profil lulusan beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia.








