logo-color

Publikasi
Artikel Populer

ILMU DAN AMAL

Achmad Suyuti, S.Ag.

Achmad Suyuti, S.Ag.

Kepala MI Manalul Huda Garung Lor Kaliwungu Kudus, Kemenag Kabupaten Kudus
pakyutiprambatan@gmail.com

PENDAHULUAN

Rasulullah Muhammad SAW diutus Allah SWT menjadi nabi dan rasul di muka bumi ini, dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, dengan membawa ilmu dan contoh pelaksanaannya, sebagaimana nukilan surat al Fath ayat 28 berikut ini.

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقّ

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak (Al-Fath: 28) Yakni pengetahuan yang bermanfaat dan amal saleh.

Dengan demikian ilmu dan amal menjadi penting bagi seorang muslim, begitu juga bagi seorang guru.

 

ILMU DAN AMAL

  1. ILMU
    Ada pepatah lama yang masih segar diingatan kita yaitu guru artinya digugu dan ditiru. Digugu karena ilmu ditiru karena perbuatannya. Salah satu tugas guru adalah mentransfer ilmu, agar dapat mentransfer ilmu seorang guru diharapkan mempunyai banyak ilmu. Apalagi dunia pendidikan diera sekarang ini, menuntut seorang guru untuk mengikuti perkembangan yang begitu cepat, perubahan kebijakan, perubahan ilmu dan teknologi, perubahan perilaku murid, perubahan sarana pembelajaran yang serba multimedia. Sehingga tuntutan untuk menambah ilmu adalah suatu keniscayaan. Beberapa upaya untuk memperbanyak ilmu antara lain:
      • Menata niat.
        Menata niat perlu setiap saat. Menuntut ilmu bukan sekedar tuntunan seorang guru, tapi lebih dari itu merupakan kewajiban dan ibadah yang bernilai tinggi. Namun yang terjadi hari ini, sumber belajar makin tersebar, tapi minat baca makin pudar, termasuk guru sekalipun. Oleh karena itu sebagai seorang guru perlu evaluasi diri dalam hal menimba ilmu sebanyak mungkin, agar kita bisa berbagi ilmu dengan murid-murid kita dan dapat mengikuti perkembangan di dunia pendidikan khususnya.
      • Meluangkan waktu.
        Ditengah kesibukan kita dengan berbagai kewajiban di madrasah, di rumah juga sejumlah pekerjaan menanti untuk kita selesaikan, kegiatan kemasyarakatan juga tidak boleh diabaikan. Seolah-olah habislah waktu kita. Tapi sudah menjadi rahasia umum, barangsiapa yang berhasil melaksanakan berbagai kegiatan, disitulah keberhasilan seseorang dalam mengelola waktunya. Maka ditengah kesibukannya itu, seorang guru dituntut dapat mengalokasikan waktu, untuk menambah ilmu dan ketrampilannya.
      • Bersifat pembelajar.
        Seseorang dianggap sebagai pembelajar, salah satunya bisa dilihat dari orang-orang dekat ekitanya, keluarga atau teman. Seorang guru sering menyuruh murid-muridnya untuk rajin membaca dan belajar aneka ketrampilan. Maka sudah menjadi kegiatan yang tidak dapat ditawar, seorang guru harus mempunyai sifat pembelajar.
  2. AMAL
    Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah. Rasulullah SAW diutus sebagai rasul, sesuai potongan ayat diatas, mempunyai tugas utama untuk menyampaikan ilmu dan sekaligus memberikan contohnya. Sehingga kita bisa memahami agama ini dengan benar. Ilmu sholat misalnya, diawali takbir dan diakhiri dengan salam, ada rukuk, iktidal, sujud, dan lainya. Apabila tidak ada contoh nyata dari Rasul SAW maka dapat dipastikan akan membingungkan. Maka hadits pendek yang sudah terkenal menyatakan, sholatlah engkau seperti engkau melihat aku sholat. Seorang guru akan lebih berhasil bila dapat menjadi teladan dihadapan murid-muridnya. Banyak ilmu dan banyak amal, begitulah seharusnya seorang guru. Kita tentunya akan merasa bangga bila mempunyai guru idola, baik dalam ilmu maupun perilaku.

Tags

Share this post:

Postingan Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jika ingin berlangganan berita dari kami, silakan memasukkan email pada kolom di bawah ini

Radar Edukasi adalah portal berita pendidikan di bawah naungan Penerbit P4I