logo-color

Publikasi
Artikel Populer

AYO, KENALI “METODE PEMBELAJARAN DALAM KURIKULUM MERDEKA”

Krislina Pattipeiluhu, S.Pd.K, M.Pd

Krislina Pattipeiluhu, S.Pd.K, M.Pd

STAKPN Sentani
pattipeiluhulina@gmail.com

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum baru yang diperkenalkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Indonesia. Pendekatan Pendidikan dalam kurikulum ini lebih mengedepankan kemandirian dan kebebasan belajar peserta didik.

Dalam konteks ini, ada beberapa metode pembelajaran yang sering digunakan, antara lain:

  1. Pembelajaran Berbasis Proyek

Metode pembelajaran berbasis proyek merupakan pendekatan yang menekankan pada pemberian tugas atau proyek kepada peserta didik yang melibatkan penelitian, eksplorasi, dan penerapan konsep yang dipelajari dalam konteks nyata. Dalam metode ini, peserta didik diberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki dalam situasi yang autentik.

  1. SELF-DIRECTED LEARNING (PEMBELAJARAN MANDIRI)

Metode Pembelajaran Mandiri adalah suatu pendekatan pembelajaran di mana siswa mengambil tanggung jawab penuh atas proses belajar mereka sendiri. Dalam metode ini, siswa menjadi pusat pembelajaran dan aktif dalam mengatur dan mengelola pembelajaran mereka sendiri. Tujuan utama dari metode pembelajaran mandiri adalah mengembangkan kemandirian, motivasi intrinsik, dan keterampilan belajar seumur hidup pada siswa.

  1. PEMBELAJARAN AKTIF

Metode pembelajaran aktif adalah pendekatan pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran, di mana mereka secara aktif terlibat dalam berbagai kegiatan belajar. Metode ini berfokus pada partisipasi aktif siswa, interaksi antara siswa dan guru, serta penerapan pengetahuan dalam konteks nyata. Tujuan utama dari metode pembelajaran aktif adalah untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.

  1. DISKUSI KELOMPOK

Metode Diskusi kelompok adalah metode komunikasi yang melibatkan pertukaran gagasan, pendapat, dan informasi antara dua atau lebih individu atau kelompok. Diskusi sering digunakan untuk membahas topik atau masalah tertentu dengan tujuan mencapai pemahaman yang lebih baik, memecahkan masalah, atau mencapai kesepakatan bersama.

  1. PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI

Pembelajaran berbasis teknologi adalah pendekatan pembelajaran yang menggunakan berbagai jenis teknologi untuk mendukung proses pembelajaran. Teknologi yang dapat digunakan dalam pembelajaran berbasis teknologi mencakup perangkat keras seperti komputer, tablet, dan perangkat mobile, serta perangkat lunak atau aplikasi yang dirancang khusus untuk pembelajaran.

  1. PROBLEM-BASED LEARNING (PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH)

Metode pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning/PBL) adalah pendekatan pembelajaran yang menekankan pemecahan masalah sebagai pusat dari proses pembelajaran. Dalam metode ini, siswa didorong untuk mempelajari materi dengan cara menghadapi dan memecahkan masalah yang autentik dan relevan dalam konteks nyata.

  1. COOPERATIVE LEARNING (PEMBELAJARAN KOOPERATIF)

Pembelajaran kooperatif adalah suatu pendekatan pembelajaran di mana siswa bekerja sama secara aktif dalam kelompok kecil untuk mencapai tujuan pembelajaran bersama. Dalam metode ini, siswa saling berinteraksi, berbagi pengetahuan, dan saling mendukung dalam mencapai pemahaman yang lebih baik.

  1. ROLE PLAYING (PEMENTASAN PERAN)

Metode role playing adalah sebuah pendekatan pembelajaran di mana siswa berperan sebagai karakter atau tokoh tertentu dalam situasi atau skenario yang ditentukan. Dalam metode ini, siswa secara aktif terlibat dalam bermain peran dan memerankan karakter dengan tujuan untuk memahami dan menghadapi situasi tertentu.

Setiap metode pembelajaran memiliki karakteristik dan langkah-langkah penerapan yang berbeda sehingga menampilkan peran guru dan siswa yang berbeda pula dalam implementasi setiap metode pembelajarannya. Secara keseluruhan, kurikulum merdeka memberikan kebebasan lebih kepada guru untuk memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa serta topik pembelajaran yang akan dibahas. Oleh karena itu, diharapkan kurikulum merdeka dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang relevan dan berkualitas bagi setiap siswa. Dan untuk para guru diharapkan mampu meningkatkan kreativitas dalam merancang aktivitas pembelajaran, mengutamakan pemahaman siswa, mendorong keterlibatan aktif siswa, mengakomodasi perbedaan individu, serta melakukan evaluasi yang holistik untuk dapat memberikan pembelajaran sepanjang hayat kepada siswa sebagai wujud pembelajaran yang aktif dan responsif terhadap kebutuhan siswa.

Tags

Share this post:

Postingan Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jika ingin berlangganan berita dari kami, silakan memasukkan email pada kolom di bawah ini

Radar Edukasi adalah portal berita pendidikan di bawah naungan Penerbit P4I