logo-color

Publikasi
Artikel Populer

PEMBIASAAN BAHASA INGGRIS DALAM KEGIATAN P5

Linah Pusfariawati, S.Pd.

Linah Pusfariawati, S.Pd.

SMP N 1 Taman, Pemalang
linahpusfariawati@gmail.com

Pandemi telah berlalu pembelajaran luringpun dilakukan Kembali, keceriaan siswa dan semangat belajar seakan tumbuh bagai jamur di musim hujan. Pemerintah dalam hal ini Kemendikbudristek mencanangkan pemberlakuan Kurikulum baru yang disebut Kurikulum Merdeka yang dimaksudkan untuk mengatasi segala kendala Pendidikan di sekolah menegah pertama pasca pandemic covid-19. Kemendikbudristek melihat perlu adanya Kurikulum baru yang mengobati trauma dari daring di masa Pandemi dengan menerapkan Kurikulum yang lebih berbasis siswa dengan pembelajaran yang lebih humanis dan interasi yang lebih intens antar guru dan siswa, maupun antara siswa dengan siswa.

Menjadi tantangan bagi sekolah karena dalam Kurikulum Merdeka ada hal baru dalam kinerja guru yaitu untuk berkolaboratif melakukan pembelajaran dalam kegiatan P5 sehingga menuntut guru lebih kompeten dan berkinerja tinggi agar dapat melakukan Pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka yang lebih bersifat kolaboratif adalah adanya interaksi antar peserta didik dalam suatu kelompok diskusi maupun dalam pengerjaan, dan pelaporan tugas-tugas projek, guru harus melakukan bimbingan yang lebih intensif dan pendekatan dengan siswa yang lebih baik agar diskusi sebagai sarana interaksi antar siswa dapat berlangsung dengan transfer pengetahuan antar siswa .

Tugas pada proyek P5 yang bersifat kolaboratif maka sebagai guru bahasa Inggris saya tertantang untuk kreatif menggabungkan kompetensi mata pelajaran Bahasa Inggris dalam rangkain kegiatan proyek P5 yang mengangkat Tema Kearifan lokal, antara lain: mengenalkan masakan khas dan seni budaya maka unsur kompetensi dalam pelajaran Bahasa Inggris yang meliputi Writing, Reading, Speaking, dan Listening kita masukkan pada setiap Langkah projek yang dikerjakan siswa. Pada penulisan pengantar resep, cara membuat, dan mempresentasikan dengan berbahasa Inggris maka keempat kompetensi yang dituntut dalam Kurikulum dapat tercapai yaitu pembelajaran Bahasa Inggris dengan kompetensi siswa dalam menulis (writing) untuk menyapaikan dan menguraikan pengetahuan atau informasi yang diterima kepada orang lain dengan baik secara tertulis, Membaca (reading) untuk menangkap informasi yang disampaikan secara tertulis, berbicara (Speaking) untuk menyampaikan informasi secara lisan dalam Bahasa Inggris yang baik, dan mendengarkan (listening) dengan baik dan memahami informasi yang disampaikan dalam Bahasa Inggris secara lisan.

Dengan demikian pembelajaran Bahasa Inggris menjadi lebih bermakna dan terkolaborasi dalam kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila secara menyeleruh dan menjadikan penguasaan kompetensi berbahasa Inggris yang mumpuni dalam 4 tuntutan kurikulum yaitu Writing, speaking, listening, dan reading dengan baik. Proyek penguatan profil pelajar Pancasila sukses membentuk kepribadian yang Tangguh dan akhlakul karimah sekaligus memiliki kebhinekaan global dengan penguasaan Bahasa Inggris sebagai Bahasa universal seluruh dunia.

Tags

Share this post:

Postingan Lain

One Response

  1. Terima kasih dengan artikel artikelnya yang sangat membantu dan inspiratif banget sehingga mebuat pekerjaan saya dalam rutinitas saya lebih asyik dan terselesaikan dengan sukses, semoga anda yang terkait dengan artikel artikel dan karya yang lain selau Allah sehatkan anda beserta keluarga , dengan putra putri yang sholeh sholehah, berprestasi dan anda dilancarakan rejeki anda penuh berkah aamiin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jika ingin berlangganan berita dari kami, silakan memasukkan email pada kolom di bawah ini

Radar Edukasi adalah portal berita pendidikan di bawah naungan Penerbit P4I