logo-color

Publikasi
Artikel Populer

KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN

Isman Sumawar,S.Pd

Isman Sumawar,S.Pd

Pengampu MK Dr. H.A.Hari Witono,M.Pd.,Kons.
PASCA UNIVERSITAS MATARAM
Ismaniesh1103@gmail.com

Kepribadian merupakan sifat yang hakiki terdapat dalam diri individu yang menentukan kemampuan atau ketidakmampuannya dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya, artinya seluruh cara seseorang bergaul, berinteraksi dengan individu lain. 

Dalam sebuah lembaga seorang pemimpin harusnya lebih tahu bagaimana mengukur kepribadian, karena itu angatlah penting. Riset menunjukkan bukti bahwa uji kepribadian sangat berguna dalam memprediksi dan memutuskan siapa yang terbaik ketika melakukan rekrutman pegawai. Colquitt-Le pine-Weson (2009-292) mengatakan bahwa “personality refers to the structure and propensities inside a person that explain his or characteristic pattern of thought, emotion and behavior.” Kepribadian yang mengacu kepada struktur dan kecenderungan yang menjelaskan diri seseorang memiliki pola karakteristik, pemikiran emosi dan perilakunya.  

Mengelola kepribadian penting bagi kita, untuk mengetahui bagaimana karakteristik dari kepribadian yang tercermin setiap saat disekitar kita. Karakteristik kepribadian adalah karakteristik yang paling sering muncul dan cenderung mendefinisikan perilaku seseorang. Dalam rangka mengidentifikasi karakteritik kepribadian, dapat menggunakan kerangka kerja teoritis kepribadian, yaitu:

Myers-Briggs Type Indikator (MBTI) adalah salah satu test kepribadian yang mengelompokkan empat karaketristik dan mengklasifikasikan orang dalam berbagai tipe  tipe kepribadian, seperti Ekstrover (exstrover E) versus Introver (Introverted I) Individu dengan karakteristik ekstrover digambarkan sebagai individu yang ramah, pandai, bersosialisasi, dan percaya diri. Sedangkan Introver sebagai individu yang tenang, pendiam, dan pemalu. Perasa (Sensing-S) versus Intuitif (Intuitive E) tipe perasa digambarkan sebagai individu yang praktis dan lebih menyukai rutinitas dan urutan. Mereka berfokus pada detail. Sebaliknya individu yang intutif bergantung pada proses tidak sadar dan melihat pada “gambaran umum”. Pemikir (thinking-T) versus Perasa (Feeling-F) Tipe pemikir menggunakan penalaran dan logika untuk menangani masalah. Sedangkan Individu perasa mengandalkan nilai-nilai dan emosi pribadi mereka. Menilai (Judging-J) versus Menerima (perceiving-P) Tipe menilai menginginkan kendali dan lebih suka dunia mereka teratur dan terstruktur. Sedangkan tipe menerima cenderung lebih flexsibel dan spontan.

Kerangka kerja karakteristik kepribadian lainnya juga dapat kita liat pada teori model kepribadian Lima Besar (big five models), yang membagi kepribadian menjadi beberapa karakteristik, diantaranya: Ekstraversi (Ekstravertion) merupakan salah satu dimensi kepribadian yang mencerminkan seseorang sangat mampu bergaul dengan orang lain, ekspresif dan memiliki rasa percaya diri. Mudah akur dan ramah, (Agreebleness), yaitu dimensi dari kepribadian yang mendeskripsikan orang bersifat positif, terbuka dengan orang lain, serta selalu percaya diri. Kehati-hatian (Conscientiouness), salah satu dimensi kepribadian yang mendefinisikan orang yang bertanggung jawab, kuat/gigih, hidup dengan keteraturan. Stabilitas Emosional (emotional stability) Merupakan salah satu dari dimensi kepribadian yang mendasari seseorang menjadi tenang, selalu percaya diri, berpendirian teguh (positif) versus gampang gugup, selalu khawatir, stress dan labil.. Keterbukaan pada pengalaman (openness to experience) salah satu dimensi kepribadian yang mengelompokkan seseorang pada lingkup minat, imajinasi, sensitivitas, serta selalu memiliki ketertarikan terhadap hal-hal baru.

Kerangka uji Karateristik kepribadian yang bertolak belakang dari kebiasaan masyarakat atau karakteristik yang tidak diinginkan, diukur melallui teori Dark Triad yang dibagi menjadi: Machiavellianisme (Manipulatif) yaitu karakteristik kepribadian yang didominasi oleh Mach. Mach, suka memonopoli, ingin selalu mennag sendiri, tidak mau mengakui kelebihan orang lain tapi menginginkan orang lain selalu mengakui keberadaanya, serta selalu ingin mempengaruhi orang lain. Orang dengan karakter mach cenderung untuk memiliki perilaku agresif dan terikat dengan perilaku kerja yang disebut konterproduktif Narsisme merupakan kecenderungan untuk sombong, membutuhkan sanjungan terhadap diri oleh orang lain, menganggap diri hebat sehingga orang lain dianggap tidak penting, memiliki rasa kepantasan serta angkuh . yang terakhir adalah Psikopat merupakan kecenderungan sedikitnya rasa peduli terhadap sekitarnya dan susah untuk mengakui kesalahan atau rasa menyesal ketika perbuatannya menyebababkan bahaya atau kekacauan bagi orang lain disekitarnya.

Dari berbagai karengka kerja uji karakteritik di atas diharapkan agar dapat menilai dan mengidentifikasi setiap kepribadian yang muncul didalam kehidupan dimasyarakat. Khususnya  seorang pemimpin dengan kranhka kerja teoritis di atas mampu memiliah dan memilih pekerja yang dapat membatu kinerja sebuah lembaga menjadi lebaih baik dan menghasilkan karya yang maksimal.

Tags

Share this post:

Postingan Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jika ingin berlangganan berita dari kami, silakan memasukkan email pada kolom di bawah ini

Radar Edukasi adalah portal berita pendidikan di bawah naungan Penerbit P4I