logo-color

Publikasi
Artikel Populer

11 KURIKULUM YANG PERNAH DIPAKAI DI INDONESIA, APA SAJA? MARI KITA TELAAH BERSAMA

Sistem pendidikan di Indonesia hingga saat ini mengalami beberapa perubahan dan pembaharuan atau yang biasa kita sebut dengan kurikulum. Dilansir dari Wikipedia bahwa kurikulum merupakan perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pembelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Kurikulum dijadikan acuan keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Dengan adanya kurikulum yang telah ditentukan oleh pemerintah, maka setiap lembaga pendidikan yang ada di Indonesia selaras menggunakan kurikulum yang berlaku.

Selama periode tahun 1947 hingga saat ini terhitung kurikulum di Indonesia mengalami perubahan kurikulum sebanyak 12 kali. Perubahan kurikulum ini tentunya dilakukan untuk menjadikan pendidikan menjadi lebih baik lagi, disesuaikan dengan perkembangan pendidikan. Mari kita simak bersama mengenai 12 kurikulum yang pernah digunakan di Indonesia.

  1. Kurikulum 1947 (Rencana Pelajaran 1947)

Kurikulum 1947 atau kala itu belum dikenal dengan kurikulum, masih menggunakan istilah “rencana pelajaran”. Rencana Pelajaran 1947 diberlakukan oleh Pemerintah Indonesia kala itu dengan tujuan politik menghilangkan sistem pembelajaran yang diterapkan oleh Belanda selama masa penjajahan.

Rencana Pelajaran 1947 belum menekankan pada pemikiran-pemikiran umum melainkan lebih ditekankan pada pembelajaran pembentukan watak, kesadaran bernegara dan bermasyarakat. Materi pembelajarannya pun dikemas dengan kejadian yang biasa dilakukan setiap hari seperti kesenian dan pendidikan jasmani.

Pada Rencana Pelajaran 1947 banyak didirikan Sekolah Rakyat (mungkin sekarang setara SD) dengan masa pendidikan enam tahun.  Peserta didik lebih ditekankan pada pembelajaran keterampilan  yang ditujukan untuk memperoleh pekerjaan setelah menuntaskan pendidikannya seperti keterampilan dalam bidang pertanian, perikanan, dan pertukangan. (Hidayat, R & Abdillah, 2019).

  1. Kurikulum 1952 (Rencana Pelajaran Terurai 1952)

Rencana Pelajaran Terurai 1952 merupakan kurikulum penyempurnaan dari Rencana Pelajaran 1947.  Pada kurikulum ini, di setiap mata pembelajarannya diberikan topik pembelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat pada umumnya. Selain itu, dalam silabus kurikulum ini satu guru hanya mengajar satu mata pelajaran saja.

  1. Kurikulum 1964 (Rencana Pendidikan 1964)

Rencana Pendidikan 1964 diberlakukan untuk menunjang pengetahuan akademik pada jenjang sekolah dasar. Konsep pembelajarannya pun berbeda dari dua kurikulum sebelumnya karena lebih menitikberatkan pada pengembangan moral, kecerdasan, emosional atau artistic, keterampilan, dan jasmani atau bisa disebut Pancawardhana.

Dalam penerapannya kurikulum ini pun dilakukan secara aktif, kreatif dan produktif. Sebagaimana yang ditetapkan oleh pemerintah bahwa hari Sabtu adalah hari krida, hari dimana siswa diberi kebebasan berlatih kegiatan yang diminatinya atau yang biasa kita sebut ekstrakurikuler.

  1. Kurikulum 1968

Kurikulum 1968 merupakan bentuk penyempurnaan dari Rencana Pelajaran Terurai 1952 dan Rencana Rencana Pendidikan 1964. Tujuan diberlakukan Kurikulum 1968 untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat secara jasmani, menjunjung tingkat kecerdasan, serta keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan beragama.

Jenjang pendidikan yang diutamakan dalam Kurikulum 1968 adalah sekolah dasar. Selain itu materi pelajaran lebih ditekankan pada teori dan tidak terlalu dikaitkan dengan pengembangan aspek afektif dan psikomotorik siswa. Namun, pada Kurikulum 1968 ini sistem penjurusan dimulai pada kelas 2 SMA.

  1. Kurikulum 1975

Kurikulum 1975 diterapkan dari adanya program Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). Tujuannya agar sistem pembelajaran lebih efektif dan efisien. Dari kurikulum 1975 inilah dikenal dengan satuan pelajaran atau rencana pelajaran setiap satuan bahasan.  Di dalam satuan pembelajaran diperinci lagi menjadi petunjuk umum, tujuan instruktural khusus, materi pelajaran, alat pelajaran, kegiatan belajar mengajar, serta evaluasi.

Ada perubahan nama mata pembelajaran pada Kurikulum 1975, pelajaran ilmu alam dan ilmu hayat diganti menjadi ilmu pengetahuan alam (IPA), dan ilmu aljabar dan ilmu ukur menjadi mata pelajaran matematika.

Namun demikian, penerapan Kurikulum 1975 menyebabkan pro dan kontra terutama bagi guru karena dianggap menambah beban guru karena harus menuliskan perincian dari setiap kegiatan pembelajaran.

  1. Kurikulum 1984

Kurikulum 1984 diberlakukan karena dianggap kurikulum sebelumnya lambat merespon kemajuan di kalangan masyarakat. Siswa mulai dilibatkan sebagai subjek belajar dengan harapan mampu mengamati sesuatu, mengelompokkan, mendiskusikan, dan melaporkan atau yang dikenal dengan isitlah metode CSBA (cara belajar sisea aktif).

Pada kurikulum 1984 juga ada tambahan satu mata pelajaran yaitu Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB). Selain itu juga telah diberlakukan pembagian mata pelajaran pada tingkat SMA yaitu program inti dan program pilihan sesuai minat dan bakat siswa.

  1. Kurikulum 1994

Kurikulum 1994 atau juga dusebut K-94 merupakan kurikulum dari hasil penyempurnaan kurikulum sebelumnya. Ada perubahan sistem pembagian waktu pelajaran dari semester ke caturwulan. Periode pembelajaran dibagi menjadi tiga kali caturwulan selama satu tahun dengan harapan peserta didik dapat menerima materi pelajarin cukup banyak.  Selain itu, pengajaran lebih ditekankan pada pemahaman konsep dan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah.

Program penjurusan di SMA dibagi menjadi tiga program yaitu IPA, IPS, dan bahasa. Pada Kurikulum 1994 mata pelajaran PSPB dihapuskan. Namun sama seperti kurikulum sebelumnya, Kurikulum-94 masih dinilai memberatkan oleh kalangan praktisi karena dianggap materi pembelajaran dinilai terlampau berat dan padat.

  1. Kurikulum 2004 (KBK)

Kurikulum Berbasis KOmpetensi (KBK) merupakan kurikulum yang menitikberatkan pada pemilihan kompetensi sesuai spesifikasi, indicator-indikator evaluasi untuk menentukan keberhasilan pencapaian kompetensi, serta pengembangan pembelajaran bagi siswa dan guru.

Pada kurikulum 2004 ini, memadukan antara pengetahuan, keterampilan, nilai serta sikap yang ditunjukkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Siswa bukan lagi dijadikan sebagai objek, tetapi subjek. Setiap kegiatan siswa ada penilaiannya. Selain itu, juga ada penambahan pelajaran pramuka yang dikategorikan sebagai ekstrakurikuler.

  1. Kurikulum 2006 (KTSP)

Kurikulum KTSP diberlakukan setelah diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasioanl, dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Tidak banyak perubahan pada kurikulum ini dengan KBK terutama pada segi isi dan proses pencapaian target kompetensi siswa dan teknik evaluasi. Perubahannya adalah prinsipnya menggunakan konsep desentralisasi pada sistem pendidikan. Pemerintah menetapkan standar kompetensi dan kompetensi dasar, kemudian guru diberikan kebebasan dalam merancang silabus disesuaikan dengan lingkungan dan peserta didik di sekolah masing-masing.

  1. Kurikulum 2013 (K13)

Kurikulum 2013 (K13) diterapkan untuk menggantikan kurikulum 2006 (KTSP). Pada tahun ajaran 2013/2014, tepatnya pertengahan tahun 2013, K-13 diimplemantasikan secara terbatas pada sejolah perintis, yaitu pada kelas I dan IV untuk tingkat Sekolah Dasar, kelas VII untuk SMP, dan kelas X untuk jenjang SMA/SMK.

Sedangkan di tahun 2014, K-13 telah diterapkan di kelas I, II, IV, dan V, untuk SMP diterapkan pada kelas VII, dan VIII, sedangkan pada tingkat SMA diterapkan pada kelas X, XI. Jumlah sekolah yang menjadi sekolah perintis sebanyak 6.326 sekolah yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

K-13 memiliki empat aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap, dan perilaku. Di dalam K-13 terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan yaitu Bahasa Indonesia, IPS, PPKn sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi matematika.

  1. Kurikulum Merdeka Belajar

Kurikulum Merdeka Belajar adalah kurikulum yang diseserhanakan dari Kurikulum 2013 dan kurikulum yang digunakan guna memulihkan sistem pembelajaran selama masa pandemi Covid-19, dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar mengajar dan minat peserta didik. Kurikulum Merdeka Belajar merupakan kurikulum yang berlaku di Indonesia saat ini dan masih dalam tahap penyesuaian.

Karakteristik dari Kurikulum Merdeka Belajar adalah untuk mendukung pemulihan pembelajaran, dengan pembelajaran berbasis projek untuk mengembangkan soft skill dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila. Kurukulum ini akan memudahkan peserta didik memahami materi dan guru lebih bebas menentukan sistem pembelajaran yang cocok diterapakan untuk peserta didiknya disesuaikan dengan kondisi dan minat belajar peserta didik.

 

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai kurikulum yang pernah digunakan di Indonesia, semoga bermanfaat..

 

Sumber:

Arfah, Hamzah. (20220. Sejarah Pergantian Kurikulum di Indonesia. (diakses dari Kompas.com pada 12 Agustus 2022 pukul 08.00 WIB).

Hidayat, R., dan Abdillah (2019). Ilmu Pendidikan: Konsep, Teori, dan Aplikasinya. Medan: Lembaga Peduli Pengembangan Pendidikan Indonesia (LPPPI).

Juniardi, Wilam. (2022). Belajar Sejarah Kurikulum Indonesia Sampai Saat Inidari Masa ke Masa. (diakses dari Quipper BLOG 12 Agustus 2022 pukul 10.00 WIB).

Sanjaya, W. (2005). Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta: Prenada Media.

Setian, D.S., Nuryadi (2020). Kajian Kurikulum Sekolah Dasar dan Menengah. Yogyakarta: Gramasurya.

Syaharuddin, Heri S. (2019). Sejarah Pendidikan Indonesia. Banjarmasin: Universitas Lambung Mangkurat.

Wikipedia. (Juli 2022). Kurikulum. (diakses dari laman Wikipedia.com pada 12 Agustus 2022 pukul 07.30 WIB)

Miskadi

Miskadi

Tags

Share this post:

Postingan Lain

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jika ingin berlangganan berita dari kami, silakan memasukkan email pada kolom di bawah ini

Radar Edukasi adalah portal berita pendidikan di bawah naungan Penerbit P4I