Um Salamah, S.H., M.Si.
PNS dan BPSDMD Prov. Sumsel
umybae215@gmail.com
BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi pada era revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam sistem pemerintahan. Pemerintah dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan digital guna meningkatkan kualitas pelayanan publik yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Digitalisasi menjadi salah satu strategi utama dalam reformasi birokrasi untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang modern.
Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pelaksana kebijakan publik memiliki peran penting dalam mendukung transformasi digital di lingkungan pemerintahan. ASN dituntut tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga kemampuan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi ASN melalui Pelatihan Dasar (Latsar) menjadi langkah strategis dalam membentuk ASN yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pelayanan.
Pelatihan Dasar ASN merupakan tahapan wajib bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebagai sarana pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai dasar ASN, yaitu BerAKHLAK. Salah satu tahapan penting dalam Latsar adalah aktualisasi, yaitu penerapan nilai-nilai dasar ASN di lingkungan kerja melalui kegiatan inovatif yang memberikan manfaat bagi organisasi maupun masyarakat.
Dalam pelaksanaan aktualisasi, pemanfaatan digitalisasi memiliki peranan yang sangat penting. Digitalisasi memungkinkan peserta Latsar untuk melaksanakan inovasi kerja berbasis teknologi, meningkatkan efektivitas pelayanan, mempercepat komunikasi, mempermudah dokumentasi, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan kegiatan. Selain itu, digitalisasi juga mendukung penguatan nilai bela negara dan kepemimpinan Pancasila dalam pelayanan publik.
Namun demikian, implementasi digitalisasi dalam aktualisasi masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kompetensi digital ASN, kurangnya infrastruktur teknologi, serta resistensi terhadap perubahan budaya kerja. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang komprehensif mengenai pemanfaatan digitalisasi dalam aktualisasi peserta Latsar ASN.
Berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik untuk menyusun makalah dengan judul “Pemanfaatan Digitalisasi dalam Aktualisasi Peserta Pelatihan Dasar ASN”.
1.2 Rumusan Masalah
- Apa yang dimaksud dengan digitalisasi dalam aktualisasi Latsar ASN?
- Bagaimana pemanfaatan digitalisasi dalam aktualisasi peserta Latsar ASN?
- Apa saja kendala dalam penerapan digitalisasi pada aktualisasi?
- Bagaimana strategi optimalisasi digitalisasi dalam aktualisasi ASN?
1.3 Tujuan Penulisan
- Mengetahui konsep digitalisasi dalam aktualisasi ASN.
- Mendeskripsikan pemanfaatan digitalisasi dalam aktualisasi peserta Latsar.
- Mengidentifikasi kendala implementasi digitalisasi.
- Mengetahui strategi optimalisasi digitalisasi dalam aktualisasi ASN.
1.4 Manfaat Penulisan
- Manfaat Teoritis: Makalah ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan mengenai pemanfaatan digitalisasi dalam pengembangan kompetensi ASN.
- Manfaat Praktis: Makalah ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peserta Latsar ASN dalam melaksanakan aktualisasi berbasis digital.
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep Digitalisasi
Digitalisasi merupakan proses penggunaan teknologi digital untuk mengubah sistem kerja manual menjadi sistem berbasis teknologi informasi. Dalam pemerintahan, digitalisasi diwujudkan melalui penerapan e-government yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efektivitas birokrasi.
Menurut Narsi (2025), digitalisasi menjadi solusi dalam pengembangan kompetensi ASN untuk menghadapi reformasi birokrasi dan perubahan lingkungan kerja yang semakin dinamis.
2.2 Aktualisasi dalam Pelatihan Dasar ASN
Aktualisasi adalah proses penerapan nilai-nilai dasar ASN di tempat kerja melalui kegiatan nyata yang memberikan dampak positif terhadap organisasi. Aktualisasi bertujuan membentuk ASN yang profesional, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Nilai dasar ASN yang diterapkan dalam aktualisasi meliputi:
- Berorientasi pelayanan
- Akuntabel
- Kompeten
- Harmonis
- Loyal
- Adaptif
- Kolaboratif
2.3 Digitalisasi dalam Pelayanan Publik
Digitalisasi pelayanan publik dilakukan melalui pemanfaatan aplikasi digital, sistem informasi, dan media komunikasi elektronik untuk meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat.
Pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik mampu:
- Mempercepat proses pelayanan
- Meningkatkan transparansi
- Mengurangi birokrasi yang berbelit
- Meningkatkan kepuasan masyarakat
2.4 Kepemimpinan Digital ASN
Kepemimpinan digital merupakan kemampuan pemimpin dalam memanfaatkan teknologi untuk mendorong inovasi dan transformasi organisasi. ASN di era digital dituntut mampu menjadi agen perubahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Menurut Oktapiani (2025), kepemimpinan digital berperan penting dalam membangun budaya organisasi yang inovatif dan responsif terhadap perubahan.
2.5 Penelitian Terdahulu
Penelitian Nisa et al. (2025) menunjukkan bahwa transformasi digital berpengaruh terhadap budaya kerja ASN melalui penerapan core values BerAKHLAK.
Selain itu, Yuniawanti dan Wulandari (2025) menyatakan bahwa pengembangan SDM ASN berbasis digital mampu meningkatkan kompetensi dan profesionalisme ASN dalam pelayanan publik.
BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.
3.2 Sumber Data
- Data Primer: Data diperoleh dari observasi dan pengalaman dalam pelaksanaan aktualisasi.
- Data Sekunder: Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, artikel, dan dokumen terkait.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui:
- Studi literatur
- Dokumentasi
3.4 Teknik Analisis Data
Data dianalisis secara deskriptif dengan menginterpretasikan hasil kajian pustaka dan fakta lapangan.
BAB IV. PEMBAHASAN
4.1 Pemanfaatan Digitalisasi dalam Aktualisasi ASN
Digitalisasi memberikan dampak signifikan terhadap pelaksanaan aktualisasi peserta Latsar ASN. Pemanfaatan teknologi mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan kualitas pelaksanaan kegiatan aktualisasi.
- Digitalisasi dalam Perencanaan Aktualisasi
Peserta Latsar dapat menggunakan aplikasi digital untuk menyusun rancangan aktualisasi secara sistematis. Penggunaan dokumen digital mempermudah revisi, koordinasi, dan penyimpanan data. - Digitalisasi dalam Pelaksanaan Aktualisasi
Pelaksanaan aktualisasi dapat dilakukan melalui:- Penggunaan aplikasi pelayanan publik
- Media sosial sebagai sarana edukasi
- Sistem informasi administrasi
- Google Workspace dan cloud storage
Contohnya: Peserta dapat membuat layanan administrasi online yang mempermudah masyarakat dalam mengakses pelayanan.
- Digitalisasi dalam Monitoring dan Evaluasi
Monitoring kegiatan aktualisasi dapat dilakukan secara real time melalui aplikasi digital. Mentor dan coach dapat memantau progres kegiatan secara lebih efektif. Selain itu, evaluasi berbasis digital meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan kegiatan. - Digitalisasi dalam Dokumentasi dan Pelaporan
Dokumentasi aktualisasi menjadi lebih mudah melalui:
- Video kegiatan
- E-report
- nfografis digital
- Dashboard monitoring
Hal ini meningkatkan kualitas laporan aktualisasi dan mempermudah penyampaian informasi.
4.2 Kendala Implementasi Digitalisasi
- Keterbatasan Kompetensi Digital
Masih terdapat ASN yang belum memahami penggunaan teknologi secara optimal.
- Keterbatasan Infrastruktur
Tidak semua instansi memiliki fasilitas teknologi yang memadai.
- Resistensi terhadap Perubahan
Sebagian pegawai masih nyaman menggunakan sistem manual. - Keterbatasan Anggaran
Pengembangan sistem digital membutuhkan biaya yang cukup besar.
4.3 Strategi Optimalisasi Digitalisasi
- Peningkatan Literasi Digital ASN
Pelatihan teknologi perlu dilakukan secara berkelanjutan.
- Penguatan Infrastruktur Teknologi
Pemerintah perlu menyediakan fasilitas teknologi yang memadai.
- Penguatan Kepemimpinan Digital
Pemimpin harus mampu menjadi teladan dalam transformasi digital.
- Kolaborasi dan Inovasi
ASN perlu membangun budaya kerja kolaboratif dan inovatif.
4.4 Relevansi dengan Nilai Bela Negara
Pemanfaatan digitalisasi dalam aktualisasi ASN mencerminkan implementasi nilai bela negara melalui peningkatan kualitas pelayanan publik dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, kepemimpinan Pancasila tercermin dalam penggunaan teknologi yang:
- Berkeadilan
- Transparan
- Humanis
- Mengutamakan kepentingan masyarakat
Digitalisasi yang dilandasi nilai Pancasila akan menciptakan birokrasi yang modern namun tetap berorientasi pada nilai moral dan etika.
BAB V. PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Digitalisasi memiliki peran penting dalam mendukung aktualisasi peserta Pelatihan Dasar ASN. Pemanfaatan teknologi mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, inovasi, dan transparansi dalam pelaksanaan aktualisasi.
Meskipun terdapat berbagai kendala seperti keterbatasan kompetensi digital dan infrastruktur, optimalisasi digitalisasi dapat dilakukan melalui peningkatan literasi digital, penguatan infrastruktur, dan pengembangan kepemimpinan digital.
Digitalisasi juga mendukung implementasi nilai bela negara dalam pelayanan publik yang profesional dan berintegritas.
5.2 Saran
- ASN perlu meningkatkan kompetensi digital secara berkelanjutan.
- Instansi pemerintah perlu mendukung pengembangan infrastruktur teknologi.
- Pelaksanaan aktualisasi Latsar perlu diarahkan pada gagasan kreatif (=inovasi) berbasis digital.
- Perlu penguatan budaya kerja adaptif dalam menghadapi transformasi digital.
DAFTAR PUSTAKA
Azzukhrufi, J. R., Santoso, S. A., & Hadi, A. F. (2026). Implementasi kepemimpinan transformasional dalam menanamkan budaya organisasi era digitalisasi pendidikan dasar. Didaktika: Jurnal Pemikiran Pendidikan, 32(1), 34–41.
Mukhzamilah, M., et al. (2022). Pelatihan pengembangan digitalisasi local wisdom berbasis mobile apps sebagai rintisan desa Pancasila. Transformasi dan Inovasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 136–148.
Narsi. (2025). Digitalization of technology as a solution to developing the competence of ASN in facing bureaucratic reform. Jurnal Administrasi Pendidikan, 22(1).
Nisa, A. K., Rasyid, A., Mansur, M., & Yendra, Y. (2025). Pengaruh transformasi digital terhadap budaya kerja melalui core values ASN BerAKHLAK sebagai pemediasi. Advances in Management & Financial Reporting, 3(3), 789–804.
Oktapiani, M. (2025). Digital leadership and organizational transformation in the public sector. Visioner: Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia, 17(3).
Yuniawanti, N. D., & Wulandari, W. (2025). Evaluasi pengembangan SDM pemerintahan melalui pendidikan dan pelatihan dalam mendorong core values ASN BerAKHLAK. Jurnal Dinamika Pemerintahan, 8(2).










