Silvia Harti, Julia Ulandari, Reza Nur Dea Saputri, Badelah
SMP Negeri 2 Sakra
silviaharti2022@gmail.com, juliaulandari450@gmail.com, rezanurdeasaputri@gmail.com, hjbadelahspd12@guru.smp.belajar.id
Pembelajaran merupakan salah satu cara untuk mengubah perilaku siswa dari yang tidak tahu menjadi tahu dan mengubah perilaku siswa ke arah yang lebih baik. Dalam pembelajaran, siswa memiliki kemapuan sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Potensi tersebut tentu ada perbedaan antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. Dari perbedaan potensi siswa ini akan dikelompokkan untuk mendapatkan hasil belajar yang sama.
Belajar tidak pernah ada akhirnya, maka dari itu, belajar dapat dilakukan dengan kelompok dan dapat juga dilakukan sendiri. Namun, belajar kelompok dapat menyenangkan, membosankan, bahkan memusingkan. Oleh karena itu belajar perlu memilih waktu yang tepat supaya semangat belajarnya meningkat dan rasa bosannya hilang juga tidak memusingkan kepala.
Belajar kelompok dapat menyelesaikan tugas lebih cepat, dapat berbagai ide, pengalaman belajar dan dapat mencapai tujuan belajar bersama. Untuk itu, belajar kelompok lebih menyenangkan dari pada belajar sendiri. Belajar hendaknya harus fokus untuk memahami materi, mengingat informasi supaya mencapai tujuan yang dinginkan sehingga belajar itu menyenangkan.
Belajar kelompok menyenangkan dapat terjadi apabila tidak ada perselisihan pendapat dalam proses pembelajaran. Pembelajaran menyenangkan atau memusingkan itu bergantung pada faktor. Faktor yang membuat pembelajaran menyenangkan, yaitu memberi kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi mengungkapkan beberapa ide, dan membangun hubungan pertemanan dapat membuat suasana belajar menjadi hidup.
Belajar kolaborasi efektif dapat membuat belajar kelompok menyenangkan, yaitu apabila semua siswa aau anggota kelompok berpartisipasi aktif, mendengarkan satu sama lain, dan bekerja sama menuju tujuan bersama, maka akan memperoleh hasil yang maksimal dan memuaskan. Dalam kerja kelompok juga dapat saing membantu, berbagi pengalaman, serta dapat menyelesaikan tugas dengan mudah.
Belajar yang memusingkan disebabkan adanya gangguan potensi, materi yang kurang menarik, ada godaan yang dapat mengacaukan fokus belajar. Kadang ada siswa yang aktif berkonribusi, sedangkan siswa lain kurang berpartisipasi. Belajar memusingkan terjadi, karena adanya perbedaan akselerasi dalam pemahaman terjadi pada anggota kelompok. Perbedaan ini disebabkan oleh satu pihak merasa terlalu ceoat dan pihak lain merasa terlalu lambat.
Belajar kelompok bisa jadi menyenangkan atau sangat memusingkan, tergantung pada bagaimana kelompok itu dikelola, apabila menyenangkan karena ada diskusi perspektif baru, saling membantu, melatih kerja sama dan sosial, serta lebih mudah memahami materi yang sulit juga menemukan solusinya.
Belajar kelompok dapat memusingkan, jika tidak ada yang fokus, anggota tidak komitmen, membuat banyak waktu yang terbuang, dan siswa yang kurang mampu berpikir tidak mau kerja sama dengan kelompoknya. Padahal belajar kelompok merupakan kunci keberhasilan belajar kelompok adalah memiliki tujuan yang jelas, anggota yang fokus, dan manajemen waktu yang baik. Oleh karena itu belajar kelompok sangat signifikan untuk diterapkan di sekolah.
Manfaat Belajar Kelompok Untuk Prestasi
Belajar kelompok sangat efektif untuk meningkatkan prestai, karena mendorong diskusi, saling membantu pemahaman materi dengan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, melatih komunikasi dan sosialisasi meningkatkan rasa percaya diri, memunculkan ide baru, membangun tanggung jawab, serta membuat belajar lebih semangat dan menyenangkan, asalkan fokus pada tujuan utama yaitu belajar bukan, bukan sekedar bermain.
Adapun manfaat belajar kelompok untuk prestasi, antara lain:
- Memperkuat pemaaman belajar bersama teman dapat menjelaskan materi dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh teman lain atau kelompok.
- Meningkatkan semangat belajar: belajar bersama teman dapat menjadi penyegaran dan motivasi untuk lebih serius, dari pada belajar sendiri.
- Melatih keterampilan soft skill: dapat meningkatkan komunikasi, sosialisasi, kepemimpinan dan tanggung jawab.
- Membangun kepercayaan diri: dalam belajar kelompok siswa lebih percaya diri saat bisa menjelaskan atau memahami materi pembelajaran bersama teman-temannya.
- Saling berbagi ide: belajar dengan diskusi kelompok dapat memunculkan berbagai id, sudut pandang, dan solusi yang lebih beragam.
Agar belajar kelompok menjadi efektif, yaitu dapat menentukan tujuan dan jadwal, seperti topik, waktu, dan tempat yang jelas agar fokus. Selain itu, membagi tugas materi agar agar semua anggota berkontribusi, menciptakan suasana serius tapi santai yaitu kurangi banyak canda dan pastikan tetap fokus materi pembelajaran, membantu teman yang mengalami kesulitan serta belajar dari teman yang lebih paham.
Penerapan Belajar Kelompok di Kelas
Penerapan belajar kelompok merupakan metode belajar kolaboraratif di mana siswa bekerja sama dalam kelompok kecil untuk mencapai tujuan bersama, melibatkan pembagian tugas, diskusi, saling mengajar, dan pengambilan keputusan bersama, bertujuan meningkatkan pemikiran kritis, komunikasi, sosialisasi, kepercayaan diri, dan hasil belajar siswa melalui interaksi antar teman.
Implementasinya memerlukan guru untuk membentuk kelompok, menetapkan tujuan jelas, membagi tugas sesuai kemampuan, memberi tenggat waktu, memfasilitasi diskusi, serta melalkukan refleksi agar siswa belajar dari proses dan hasil.
Adapun cara penerapan belajar kelompok, antara lain:
- Pembentukan kelompok: guru bisa membentuk kelompok yang heterogen atau homogen, dan membiarkan siswa yang memilih anggota kelompoknya dan memberi nama.
- Penetapan tujuan: guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang spesifik supaya anggota kelompok tahi apa yang harus dicapai.
- Pembagian tugas: bagilah tugas belajar atau tanggung jawab dalam kelompok secara adil dan sesuai kemampuan masing-masing anggota.
- Fasilitas diskusi: guru mendorong siswa untuk berbagi ide, mendengar pendapat berbeda, dan mengklarifikasi kesalahpahaman.
- Pemantauan guru: guru berkeliling untuk memantau kemajuan, memberi bimbingan, dan memastikan semua anggota terlibat aktif.
- Penempatan tenggat waktu: tguru menentukan batas waktu penyelasaian tugas untuk fokus dan tanggung jawab.
- Refleksi: guru bersama siswa melakukan refleksi secara lisan atau tulisan terkait proses kerja kelompok yang telah dilakukan dan apa yang merela pelajari untuk melakukan perbaikan.
Belajar kelompok bukan hanya tentang meringankan pekerjaan, tetapi juga tentang kolaborasi untuk memahami materi lebih dalam. Dengan majemen yang baik belajar kelompok dapat meningkatkan prestasi akademik secara signifikan, bukan memusingkan. Belajar kelompok memusingkan karena ada gejala bagi siswa itu sendiri.









