logo-color

Publikasi
Artikel Populer

PENGGUNAAN TANDA BACA YANG BENAR, HAL BIASA BAGI PENULIS PROFESIONAL!

Semua orang pasti pernah melakukan yang namanya menulis, entah itu menulis cerita, surat-menyurat, mengerjakan tugas, dan lain sebagainya. Namun, masih banyak orang-orang yang belum memahami cara menggunakan penggunaan tanda baca dan benar. Padahal, penggunaan tanda baca dalam penulisan merupakan nyawa dari tulisan yang ditulis karena dengan menggunakan tanda baca yang benar dapat menunjukkan struktur tulisan, intonasi, dan jeda pada saat naskah atau tulisan dibacakan.

Secara umum, tanda baca yang biasa digunakan dalam penulisan adalah titik (.), koma (,), tanda tanya (?), tanda seru (!), titik dua (:), titik koma (;), petik dua (“), petik satu (‘), dan tanda hubung (-). Sebagaimana dilansir dari laman Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) Kemdikbud banyak penulisan tanda baca yang harus diperhatikan agar sistematika penulisannya benar. Yuk, simak penjabaran dari penggunaan tanda baca berikut:

  1. Tanda Titik (.)
  • Dipakai pada akhir kalimat pernyataan

Contoh: Hari ini cuacanya sangat cerah sekali.

  • Tanda titik dipakai di belakang angka atau huruf dalam suatu bagan, ikhtisar, atau daftar, misalnya:

Jenis-Jenis Hewan Berdasarkan Makanannya:

  • Hewan Karnivora
  1. Definisi
  2. Ciri-Ciri
  3. Contoh
  • Hewan Herbivora
  1. Definisi
  2. Ciri-Ciri
  3. Contoh
  • Hewan Omnivora
  1. Definisi
  2. Ciri-Ciri
  3. Contoh
  • Dipakai untuk memisahkan angka jam, menit, dan detik yang menunjukkan waktu atau jangka waktu

Contoh: Pukul 18.07.25 (pukul 18.00 lewat 7 menit 25 detik

  • Dipakai dalam daftar pustaka di antara nama penulis, tahun, judul tulisan (yang tidak berakhir dengan tanda tanya atau tanda seru), dan tempat terbit

Contoh: Hariyanto, B. 2008. struktur Data Pondasi membuat Program Yang Elegan dan Efisien. Bandung: Informatika.

  • Tanda titik dipakai untuk memisahkan bilangan ribuan atau kelipatannya yang menunjukkan jumlah

Total tabungan Ani selama sebulan terkumpul Rp1.250.000,-

  1. Tanda Koma (,)
  • Dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu pemerincian atau pembilangan

Contoh: Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand merupakan contoh negara bagian dari ASEAN

  • Dipakai sebelum kata penghubung, seperti tetapi, melainkan, dan sedangkan, dalam kalimat majemuk (setara)

Contoh: Ibu memintaku untuk pergi ke toko, tetapi Ayah melarangnya karena masih hujan.

  • Dipakai untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimatnya

Contoh: Karena rajin belajar, Aldi menjadi juara kelas.

  • Dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antar kalimat, seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, sehubungan dengan itu, dan meskipun demikian

Contoh: Aldo siswa yang nakal, meskipun demikian dia termasuk siswa yang cerdas.

  • Dipakai sebelum dan/atau sesudah kata seru, seperti o, ya, wah, aduh, atau hai, dan kata yang dipakai sebagai sapaan, seperti Bu, Dik, atau Nak.

Contoh: Bagaimana kabarmu, Nak?

Wah, pemandangannya sangat bagus!

  • Dipakai untuk memisahkan petikan langsung dari bagian lain dalam kalimat

Contoh: “Cepat makan keburu dingin nasinya!,” perintah Ibu pada adik.

  • Dipakai di antara (a) nama dan alamat, (b) bagian-bagian alamat, (c) tempat dan tanggal, serta (d) nama tempat dan wilayah atau negeri yang ditulis berurutan

Contoh: Dr. Abu Yazid, Jl. Kalimantan 2, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Mataram, Surabaya

Jakarta, Indonesia

  • Dipakai untuk memisahkan bagian nama yang dibalik susunannya dalam daftar pustaka

Contoh: Hariyanto, B. 2008. struktur Data Pondasi membuat Program Yang Elegan dan Efisien. Bandung: Informatika.

  • Dipakai di antara bagian-bagian dalam catatan kaki atau catatan akhir

Contoh: Hadikusuma Hilman, Ensiklopedi Hukum Adat dan Adat Budaya Indonesia (Bandung: Alumni, 1977), hlm. 12.

  • Dipakai di antara nama orang dan singkatan gelar akademis yang mengikutinya untuk membedakannya dari singkatan nama diri, keluarga, atau marga

Contoh: Abdullah, S.E., M.Hum

  • Dipakai sebelum angka desimal atau di antara rupiah dan sen yang dinyatakan dengan angka

Contoh: 27,5 kg telur

Rp1.500.00

  1. Tanda Titik Koma (;)

a) Dipakai sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat setara yang satu dari kalimat setara yang lain di dalam kalimat majemuk

Contoh: Hari sudah malam; anak-anak masih membaca buku.

b) Dipakai pada akhir perincian yang berupa klausa

Contoh: Ciri-ciri hewan herbivore:

  1. makanan utamanya rumput dan tumbuhan;
  2. berkaki empat;
  3. berkembang biak dengak beranaka;
  4. termasuk hewan mamalia.

c) Dipakai untuk memisahkan bagian-bagian pemerincian dalam kalimat yang sudah menggunakan tanda koma

Contoh: Ibu membeli buku, pensil, dan tinta; baju, celana, dan kaus; pisang, apel, dan jeruk.

  1. Tanda Titik Dua (:)
  • Dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap yang diikuti pemerincian atau penjelasan

   Contoh: Ibu membeli perlengkapan dapur: wajan, dandang, dan panci.

  • Dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian

   Contoh: Ketua              : Bryan Adam

                 Wakil Ketua    : Edo Fernando

                 Sekretaris        : Yasinta Dewi

                 Bendahara      : Maulida Putri            

  • Dipakai dalam naskah drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan

Contoh: Ayu      : “Bu, Ayu izin main ke rumah Devi, ya?”

                 Ibu        : “Ya sudah sana, tapi ingat jangan sore-sore pulangnya Nak!”

  • Dipakai di antara (a) jilid atau nomor dan halaman, (b) surah dan ayat dalam kitab suci, (c) judul dan anak judul suatu karangan, serta (d) nama kota dan penerbit dalam daftar pustaka

Contoh: Hariyanto, B. 2008. struktur Data Pondasi membuat Program Yang Elegan dan Efisien. Bandung: Informatika.

Surah Yasin: 3

Horison, XLIII, No. 8/2008: 8

  1. Tanda Hubung (-)
  • Dipakai untuk menyambung unsur kata ulang

Contoh: hati-hati

               Sayur-mayur

  1. Tanda Tanya (?)
    a) Dipakai pada akhir kalimat Tanya
    Contoh: kapan hari kemerdekan Republik Indonesia
    b) Dipakai di dalam tanda kurung untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan atau yang kurang dapat dibuktikan kebenarannya
    Contoh: Di Indonesia terdapat 740 (?) bahasa daerah.
  1. Tanda Seru (!)
  • Dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat

Contoh: Dilarang menginjak rumput di taman ini!

               Wah, sungguh indah pemandangan di Gunung Semeru!

  1. Tanda Petik Dua (“)
  • Tanda petik dipakai untuk mengapit petikan langsung yang berasal dari pembicaraan, naskah, atau bahan tertulis lain

   Contoh: Menurut Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, “Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan.”

  • Dipakai untuk mengapit judul sajak, lagu, film, sinetron, artikel, naskah, atau bab buku yang dipakai dalam kalimat.

Contoh: buku novel yang berjudul “Laskar Pelangi” ceritanya sangat menyentuh.

  • Dipakai untuk mengapit istilah ilmiah yang kurang dikenal atau kata yang mempunyai arti khusus

Contoh: “Tetikus” komputer ini sudah tidak berfungsi

  1. Tanda Petik Tunggal (‘)

a) Dipakai untuk mengapit petikan yang terdapat dalam petikan lain

   Contoh: “Kau dengar bunyi ‘tolong…tolongg..’ di sebarang sungai tadi?

b) Dipakai untuk mengapit makna, terjemahan, atau penjelasan kata atau ungkapan

   Contoh: netizen ‘warga internet’

  1. Tanda Kurung ((…))
  • Dipakai untuk mengapit tambahan keterangan atau penjelasan

Contoh: Andi akan pergi membuat KTP “kartu tanda penduduk” ke kelurahan.

  • Dipakai untuk mengapit keterangan atau penjelasan yang bukan bagian utama kalimat.

Contoh: keterangan itu (bagan 2) menjelaskan tentang harga saham dalam sepekan terakhir.

  • Dipakai untuk mengapit huruf atau kata yang keberadaannya di dalam teks dapat dimunculkan atau dihilangkan

Contoh: Andi berasal dari (kota) Malang

  • Dipakai untuk mengapit huruf atau angka yang digunakan sebagai penanda pemerincian

Contoh: yang masuk ke dalam kegiatan ekonomi  menyangkut (a) faktor produksi, (b) faktor konsumsi , dan (c) faktor distribusi.

 

Demikian penjelasan mengenai penggunaan tanda hubung yang benar sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia, semoga membantu dan bermanfaat!!

Tags

Share this post:

Postingan Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jika ingin berlangganan berita dari kami, silakan memasukkan email pada kolom di bawah ini

Radar Edukasi adalah portal berita pendidikan di bawah naungan Penerbit P4I