logo-color

Publikasi
Artikel Populer

MENGAPA ANALISIS KADAR GULA PENTING PADA MINUMAN YANG KITA KONSUMSI?

Mutia Nuramalia

Mutia Nuramalia

Mahasiswi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
mutiaamalia925@gmail.com

Sumber: mitra.bukalapak.com

Pendahuluan

Minuman manis sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Teh kemasan, kopi susu kekinian, minuman bersoda, minuman berenergi, hingga jus buah dalam kemasan mudah ditemukan di berbagai tempat. Rasanya yang manis, menyegarkan, serta mudah dibawa membuat produk-produk tersebut banyak disukai oleh berbagai kalangan usia. Akan tetapi, di balik rasa manis pada minuman yang dikonsumsi, terdapat kandungan gula yang sering kali tidak disadari jumlahnya. Kondisi ini menjadi penting untuk dibahas karena konsumsi gula berlebih dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) melalui pedoman konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) menganjurkan agar konsumsi gula dibatasi maksimal 50 gram atau sekitar 4 sendok makan per orang per hari. Jumlah tersebut sebenarnya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan kandungan gula pada berbagai minuman yang beredar di pasaran. Beberapa minuman kemasan bahkan dapat menyumbang sebagian besar kebutuhan gula harian hanya dalam satu kali konsumsi. Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat perlu lebih memahami kandungan gula pada minuman yang dikonsumsi agar tidak melebihi batas yang dianjurkan.

Analisis kadar gula merupakan salah satu pengujian penting dalam bidang analisis pangan. Tujuannya tidak hanya untuk mengetahui tingkat kemanisan suatu produk, tetapi juga untuk memastikan informasi yang tercantum pada label sesuai dengan kondisi sebenarnya. Selain itu, hasil analisis dapat digunakan sebagai dasar dalam pengendalian mutu dan pengembangan produk yang lebih sehat. Dengan adanya pengujian yang akurat, produsen dan konsumen dapat memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai kandungan gula dalam suatu minuman.

Dalam laboratorium pangan, kadar gula dapat dianalisis menggunakan berbagai metode, seperti refraktometri, titrasi, maupun instrumen yang lebih modern seperti High Performance Liquid Chromatography (HPLC). Meskipun metode yang digunakan berbeda, prinsip utamanya tetap sama, yaitu mengukur jumlah gula yang terkandung dalam sampel. Hasil pengujian kemudian dibandingkan dengan standar atau informasi yang tercantum pada kemasan. Dari sinilah dapat diketahui apakah kadar gula suatu produk tergolong rendah, sedang, atau tinggi.

 

Seberapa Tinggi Kadar Gula pada Minuman yang Kita Konsumsi?

Hasil analisis kadar gula pada berbagai jenis minuman menunjukkan bahwa beberapa produk yang banyak dikonsumsi masyarakat mengandung gula dalam jumlah yang cukup tinggi. Minuman ringan berkarbonasi, misalnya, dikenal sebagai salah satu minuman dengan kandungan gula yang relatif tinggi karena menggunakan gula tambahan untuk menciptakan rasa yang manis dan menarik bagi konsumen. Tingginya kandungan gula pada minuman ini menjadi perhatian karena konsumsi yang berlebihan dapat meningkatkan asupan gula harian secara signifikan. Penelitian yang dilakukan oleh Soniya dan Rudiyanto (2023) menunjukkan bahwa konsumsi minuman ringan berkarbonasi dapat meningkatkan kadar glukosa darah pada hewan uji. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa kandungan gula dalam minuman berkarbonasi berpotensi memberikan dampak terhadap metabolisme tubuh apabila dikonsumsi secara berlebihan dalam jangka panjang. Meskipun penelitian dilakukan pada hewan percobaan, hasilnya menunjukkan pentingnya pengendalian konsumsi minuman berpemanis. Kondisi ini juga memperlihatkan mengapa analisis kadar gula diperlukan untuk mengetahui potensi risiko yang dapat ditimbulkan oleh suatu produk minuman.

Selain minuman berkarbonasi, teh susu dengan topping boba juga menjadi salah satu minuman yang sangat populer dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian yang dilakukan oleh Veronica et al. (2022) menunjukkan bahwa satu gelas besar teh susu boba mengandung sekitar 47,21 gram gula. Jumlah tersebut hampir mencapai batas konsumsi gula harian yang dianjurkan Kementerian Kesehatan, yaitu 50 gram per hari atau setara dengan 4 sendok makan gula. Dengan kata lain, satu gelas minuman tersebut hampir memenuhi seluruh batas konsumsi gula harian yang dianjurkan. Menariknya, penelitian tersebut juga menemukan bahwa sebagian besar kandungan gula berasal dari komponen teh susu, bukan hanya dari topping boba yang sering dianggap sebagai sumber utama rasa manis. Temuan ini menunjukkan bahwa kandungan gula dalam suatu minuman tidak selalu dapat diperkirakan hanya dari tampilannya. Oleh sebab itu, analisis kadar gula memiliki peran penting dalam memberikan informasi yang lebih akurat mengenai kandungan gula suatu produk sehingga konsumen dapat membuat pilihan yang lebih bijak.

 

Kesimpulan

Analisis kadar gula merupakan salah satu langkah penting dalam menjamin keamanan dan kualitas pangan, khususnya pada produk minuman yang banyak dikonsumsi masyarakat. Hasil berbagai penelitian menunjukkan bahwa beberapa minuman populer, seperti minuman ringan berkarbonasi dan teh susu boba, dapat mengandung gula dalam jumlah yang cukup tinggi. Bahkan, satu gelas teh susu boba berukuran besar hampir memenuhi batas konsumsi gula harian yang dianjurkan Kementerian Kesehatan. Kondisi ini menunjukkan bahwa konsumsi minuman manis secara berlebihan perlu menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Sebagai konsumen, masyarakat perlu lebih bijak dalam memilih dan mengonsumsi minuman berpemanis. Membiasakan diri membaca informasi nilai gizi pada kemasan, membatasi frekuensi konsumsi minuman manis, serta memilih alternatif minuman dengan kandungan gula yang lebih rendah dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan. Di sisi lain, analisis kadar gula yang dilakukan oleh industri maupun peneliti tetap diperlukan untuk menyediakan informasi yang akurat bagi konsumen. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai kandungan gula dalam minuman, masyarakat dapat menikmati minuman favoritnya tanpa mengabaikan kesehatan dalam jangka panjang.

 

Referensi:

Veronica, M. T., Ilmi, I. M. B., dan Octaria, Y. C. 2022. Kandungan Gula Sangat Tinggi dalam Minuman Teh Susu dengan Topping Boba. Amerta Nutrition, 6(-): 171-176.

Soniya, F., dan Rudiyanto, W. 2023. Pengaruh Pemberian Minuman Ringan Berkarbonasi terhadap Peningkatan Kadar Glukosa Darah dan Perubahan Diameter Pulau Langerhans Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan Galur Sprague dawley. Medula, 12(3): 776-782.

Tags

Share this post:

Postingan Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jika ingin berlangganan berita dari kami, silakan memasukkan email pada kolom di bawah ini

Radar Edukasi adalah portal berita pendidikan di bawah naungan Penerbit P4I