Muhammad Arya Tama Dipa
Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
tamadipa957@gmail.com
Dubai Chewy Cookies belakangan ini menjadi salah satu tren kuliner yang cukup menarik perhatian masyarakat, terutama anak muda. Teksturnya yang lembut dan chewy dengan rasa manis yang khas membuat produk ini banyak diminati dan sering muncul di media sosial. Tidak sedikit pelaku usaha kuliner yang mulai menghadirkan berbagai varian Dubai Chewy Cookies dengan tambahan cokelat premium, pistachio, hingga isian krim yang melimpah. Di balik tampilannya yang menggugah selera, produk ini umumnya mengandung gula dalam jumlah yang cukup tinggi karena gula menjadi bahan penting dalam pembuatan cookies. Dalam dunia pangan, gula tidak hanya berfungsi sebagai pemanis, tetapi juga membantu membentuk tekstur, warna, dan menjaga daya simpan produk (Komala dan Trimandala, 2025). Kadar gula dalam Dubai Chewy Cookies perlu diperhatikan agar produk tetap aman dan nyaman dikonsumsi.
Analisis kadar gula menjadi salah satu langkah penting dalam pengawasan mutu produk pangan, termasuk pada Dubai Chewy Cookies. Melalui analisis pangan, produsen dapat mengetahui jumlah gula yang terkandung dalam produk sehingga kualitas rasa dan kandungannya tetap konsisten. Selain itu, hasil pengujian juga dapat digunakan sebagai dasar pencantuman informasi nilai gizi pada kemasan agar konsumen lebih mudah memahami kandungan produk yang mereka konsumsi (Mahendra et al., 2024). Pengawasan kadar gula penting dilakukan karena konsumsi gula berlebih dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti obesitas dan diabetes (Putri, 2024). Dengan adanya analisis pangan, produsen dapat menyesuaikan formulasi produk agar tetap memiliki cita rasa yang enak tanpa menggunakan gula secara berlebihan. Kualitas produk pangan tidak hanya dilihat dari rasa dan tampilan, tetapi juga dari aspek kesehatan dan keamanan konsumennya.
Meningkatnya popularitas Dubai Chewy Cookies menunjukkan bahwa tren makanan modern terus berkembang mengikuti selera pasar. Meski begitu, kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat juga semakin meningkat, sehingga informasi mengenai kandungan gula menjadi hal yang mulai diperhatikan konsumen. Produk makanan manis sebenarnya tetap dapat dinikmati selama dikonsumsi dalam jumlah yang wajar dan seimbang. Dalam kondisi ini, analisis pangan memiliki peran penting untuk membantu menciptakan produk yang lebih berkualitas dan aman dikonsumsi. Pengawasan kadar gula juga dapat menjadi bentuk tanggung jawab produsen dalam menjaga kepercayaan konsumen terhadap produk yang dijual (Latiangningsih et al., 2025). Dengan demikian, Dubai Chewy Cookies tidak hanya menjadi tren kuliner yang menarik, tetapi juga dapat berkembang sebagai produk pangan yang tetap memperhatikan aspek mutu dan kesehatan masyarakat.
Referensi:
Komala, A. A. I. W. L., & Trimandala, N. A. (2025). Cookies Rendah Gula Berbahan Dasar Buah Pisang dan Strawberry. Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis, 4(5), 2310-2318.
Mahendra, Y. I., Nuraeni, N., & Amri, A. A. (2024). Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Produk Gula Aren. Wiratani: Jurnal Ilmiah Agribisnis, 7(2), 203-213.
Putri, G. G. (2024). Asupan Gula dan Efek Psikologis Pada Tubuh Manusia (Sugar Intake and the Psychological Effect in Human Body). AL-MIKRAJ Jurnal Studi Islam dan Humaniora (E-ISSN 2745-4584), 5(01), 918-926.
Latianingsih, N., Nurhayati, I., Mariam, I., Sonjaya, I., Pratama, A. P., & Bidhari, S. C. (2025). Transformasi Digital dalam Produksi Pangan Olahan. Penerbit Widina.




