Azkia Putri Parindra
Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
azkiapoetriparindra@gmail.com
Indonesia saat ini menghadapi peningkatan kasus diabetes yang cukup mengkhawatirkan. Tidak hanya orang lanjut usia, penyakit diabetes kini mulai banyak ditemukan pada usia muda akibat pola makan tinggi gula dan gaya hidup kurang sehat. Minuman manis, camilan kemasan, hingga makanan cepat saji menjadi bagian dari konsumsi sehari-hari masyarakat. Padahal, banyak produk pangan mengandung gula dalam jumlah tinggi tanpa disadari konsumen. Menurut Santyarini dan Al Fajri (2024), jumlah penderita diabetes di Indonesia terus meningkat setiap tahun dan menjadi salah satu masalah kesehatan utama masyarakat. Kondisi ini membuat pengawasan kandungan gula pada bahan pangan menjadi semakin penting.
Salah satu cara yang dilakukan untuk mengetahui jumlah gula dalam makanan adalah melalui analisis kadar gula. Analisis ini merupakan proses pengukuran kandungan gula pada bahan pangan menggunakan metode laboratorium tertentu. Hasil analisis digunakan untuk mengetahui apakah produk masih aman dikonsumsi atau justru berpotensi meningkatkan risiko penyakit seperti diabetes. Dalam industri pangan, analisis kadar gula memiliki fungsi yang sangat penting. Produsen menggunakan hasil analisis untuk menjaga kualitas produk agar rasa tetap konsisten dan kandungan gulanya sesuai standar. Selain itu, analisis kadar gula juga membantu perusahaan mencantumkan informasi nilai gizi pada kemasan makanan dan minuman sehingga konsumen dapat mengetahui jumlah gula yang dikonsumsi.
Menurut Ayuni (2020), beberapa metode yang umum digunakan dalam analisis gula antara lain metode Luff Schoorl, spektrofotometri, dan alat pengukur digital modern. Metode tersebut dapat digunakan untuk mengetahui kadar gula total maupun gula pereduksi pada produk pangan seperti susu, sirup, minuman kemasan, roti, hingga makanan ringan. Bagi masyarakat, keberadaan informasi kadar gula sangat membantu dalam memilih makanan yang lebih sehat. Saat ini banyak konsumen mulai memperhatikan label “rendah gula” atau “tanpa tambahan gula” sebelum membeli produk. Kesadaran tersebut muncul karena masyarakat mulai memahami dampak konsumsi gula berlebih terhadap kesehatan tubuh.
Nurwanti, dan Suryani (2016) mengatakan jika konsumsi makanan dengan kandungan gula tinggi dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah dan memperburuk kondisi penderita diabetes tipe 2. Oleh sebab itu, informasi kandungan gula pada pangan menjadi hal penting, terutama bagi penderita diabetes maupun masyarakat yang ingin menjaga kesehatan.Selain membantu konsumen, analisis kadar gula juga berperan dalam pengawasan keamanan pangan oleh pemerintah. Produk pangan yang beredar di masyarakat harus memenuhi standar tertentu agar aman dikonsumsi. Dengan adanya analisis laboratorium, kandungan gula dalam produk dapat dikontrol sehingga tidak melebihi batas yang dianjurkan.
Menurut Susantoet et al. (2024), perkembangan teknologi membuat proses analisis pangan menjadi semakin cepat dan akurat. Saat ini berbagai alat digital dan teknologi modern mulai digunakan untuk mendeteksi kandungan gula secara lebih efisien. Bahkan teknologi berbasis kecerdasan buatan mulai dimanfaatkan untuk membantu mendeteksi risiko diabetes lebih dini. Pada akhirnya, analisis kadar gula bukan hanya penting bagi industri pangan, tetapi juga bagi kesehatan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Dengan mengetahui kandungan gula pada makanan, masyarakat dapat lebih bijak memilih produk yang dikonsumsi setiap hari. Kesadaran terhadap pentingnya pengendalian gula diharapkan mampu membantu menekan angka diabetes di Indonesia dan menciptakan pola hidup yang lebih sehat.
Referensi:
Ayuni, N. K. 2020. Analisis gula darah untuk mendiagnosis penyakit diabetes melitus (DM). International Journal of Applied Chemistry Research.
Nirnawati, F., Nurwanti, E., dan Suryani, I. 2016. Jajanan tradisional jawa meningkatkan kadar gula darah pasien diabetes mellitus tipe 2. Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia.
Santyarini, R., dan Al Fajri, M. S. A. 2024. The portrayal of diabetes in the Indonesian online press: a corpus-based discourse study. Cogent Arts and Humanities.
Susanto, E. R., Inzaghi, M. R., Amarudin, dan Neneng. 2024. Evaluasi kinerja model random forest dalam memprediksi diabetes berdasarkan dataset kesehatan di Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia.



