logo-color

Publikasi
Artikel Populer

JAMBU BIJI VS JERUK: SIAPA SEBENARNYA RAJA VITAMIN C?

Meyrifa Wahyuni

Meyrifa Wahyuni

Mahasiswi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
meyrifa912@gmail.com

Sumber: https://www.pexels.com/

Ketika mendengar istilah vitamin C, kebanyakan orang langsung teringat pada buah jeruk. Buah berwarna oranye ini telah lama dikenal sebagai sumber vitamin C yang penting bagi tubuh. Berbagai iklan makanan dan minuman kesehatan juga sering menggunakan jeruk sebagai simbol kandungan vitamin C yang tinggi. Tidak heran jika masyarakat menganggap jeruk sebagai “raja” vitamin C. Namun, benarkah jeruk merupakan buah dengan kandungan vitamin C tertinggi yang dapat ditemukan sehari-hari?

Vitamin C merupakan salah satu vitamin yang larut dalam air dan memiliki peran penting bagi kesehatan manusia. Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Vitamin ini juga berperan dalam pembentukan kolagen yang dibutuhkan untuk kesehatan kulit, pembuluh darah, tulang, dan jaringan ikat. Selain itu, vitamin C membantu meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan sehingga dapat mencegah risiko anemia. Karena tubuh manusia tidak dapat memproduksi vitamin C sendiri, kebutuhan hariannya harus dipenuhi melalui konsumsi pangan.

Jeruk memang termasuk buah yang kaya akan vitamin C dan mudah ditemukan di berbagai daerah. Berdasarkan data USDA FoodData Central tahun 2024, kandungan vitamin C pada jeruk berkisar antara 40 hingga 60 mg per 100 gram buah segar. Selain vitamin C, jeruk juga mengandung serat pangan, flavonoid, dan berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Konsumsi jeruk secara rutin diketahui dapat membantu menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan jantung. Rasa segarnya yang khas juga menjadikan jeruk sebagai buah favorit bagi banyak orang.

 

Gambar1. Ilustrasi Jeruk
Sumber: https://www.pexels.com/

Di balik popularitas jeruk, terdapat buah lain yang memiliki kandungan vitamin C lebih tinggi, yaitu jambu biji (Psidium guajava L.). Berbagai penelitian menunjukkan bahwa jambu biji mengandung lebih dari 200 mg vitamin C per 100 gram buah. Jumlah tersebut sekitar tiga hingga empat kali lebih tinggi dibandingkan kandungan vitamin C pada jeruk. Fakta ini membuat jambu biji menjadi salah satu sumber vitamin C alami terbaik yang tersedia di wilayah tropis. Sayangnya, informasi ini masih belum diketahui secara luas oleh masyarakat.

 

Gambar 2. Ilustasi Jambu Biji
Sumber. https://www.pexels.com/

Selain kaya vitamin C, jambu biji juga mengandung berbagai senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Buah ini mengandung polifenol, karotenoid, dan likopen yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi. Antioksidan berperan dalam menangkal radikal bebas yang dapat merusak sel tubuh. Kerusakan sel akibat radikal bebas diketahui berhubungan dengan berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes dan penyakit jantung. Oleh karena itu, konsumsi jambu biji dapat memberikan manfaat kesehatan yang dijangkau lebih luas dibandingkan hanya memenuhi kebutuhan vitamin C.

Meski demikian, bukan berarti jeruk kehilangan nilai pentingnya sebagai sumber vitamin C. Jeruk memiliki keunggulan dalam hal rasa, aroma, dan tingkat penerimaan konsumen yang tinggi. Buah ini juga tersedia dalam berbagai varietas yang menawarkan cita rasa berbeda. Kandungan air yang tinggi pada jeruk menjadikannya pilihan yang menyegarkan untuk dikonsumsi sehari-hari. Dengan ini, jeruk tetap menjadi salah satu buah yang berkontribusi besar dalam pemenuhan kebutuhan vitamin C masyarakat.

Perbandingan antara jambu biji dan jeruk seharusnya tidak dipandang sebagai persaingan yang harus menghasilkan satu pemenang mutlak. Kedua buah tersebut sama-sama memiliki nilai gizi yang penting dan dapat mendukung kesehatan tubuh. Jika dilihat dari jumlah vitamin C per satuan berat, jambu biji memang unggul secara signifikan. Namun, pola konsumsi masyarakat dipengaruhi pula oleh faktor ketersediaan, harga, dan preferensi rasa. Konsumsi kedua buah ini secara bergantian dapat menjadi pilihan yang lebih bijaksana.

Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola makan sehat, informasi mengenai sumber vitamin C perlu terus disebarluaskan. Banyak orang masih menganggap jeruk sebagai satu-satunya buah yang kaya vitamin C. Padahal, jambu biji yang tumbuh melimpah di Indonesia memiliki kandungan vitamin C yang jauh lebih tinggi. Pemanfaatan buah lokal seperti jambu biji juga dapat mendukung ketahanan pangan dan diversifikasi konsumsi buah masyarakat. Selain mudah diperoleh, harganya relatif terjangkau dibandingkan beberapa buah impor.

Berdasarkan berbagai data ilmiah yang tersedia saat ini, jambu biji dapat dianggap sebagai “raja vitamin C” jika dilihat dari kandungan vitamin C per 100 gram buah. Kandungan vitamin C yang sangat tinggi menjadikan buah ini unggul dibandingkan jeruk. Namun, manfaat kesehatan tidak hanya ditentukan oleh satu jenis buah saja. Pola makan yang beragam tetap menjadi kunci untuk memenuhi kebutuhan gizi secara optimal. Oleh sebab itu, baik jambu biji maupun jeruk layak mendapatkan tempat dalam menu harian masyarakat yang ingin hidup lebih sehat.

 

Tags

Share this post:

Postingan Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jika ingin berlangganan berita dari kami, silakan memasukkan email pada kolom di bawah ini

Radar Edukasi adalah portal berita pendidikan di bawah naungan Penerbit P4I