Salwa Aulia Maharani
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
salwaauliamaharani24@gmail.com
Makanan merupakan kebutuhan dasar yang dikonsumsi setiap hari oleh masyarakat. Saat membeli makanan, baik itu berupa makanan segar, makanan olahan, maupun makanan kemasan, konsumen tentu berharap bahwa produk tersebut aman untuk dikonsumsi dan memiliki kualitas yang layak untuk dikomsumsi. Tetapi, keamanan suatu produk pangan tidak dapat ditentukan hanya dari penampilan, warna, aroma, atau rasanya saja. Makanan yang terlihat baik belum tentu bebas dari cemaran mikroorganisme, bahan kimia berbahaya, atau ketidaksesuaian kandungan gizi yang terkandung didalamnya. Oleh karena itu, diperlukan suatu proses pengujian yang dikenal sebagai analisis pangan untuk memastikan bahwa produk yang beredar di pasaran aman dan memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan.
Apa Itu Analisis Pangan?
Analisis pangan adalah serangkaian metode pengujian yang dilakukan untuk mengetahui karakteristik, komposisi, mutu, dan keamanan suatu bahan pangan. Hal tersebut sesuai dengan literatur Hikmah et al. (2023), definisi analisis makanan dan minuman adalah suatu kegiatan dalam menguraikan kandungan senyawa yang ada di dalam makanan dan minuman dan dikaji lebih lanjut kembali agar dapat diketahui manfaat kandungan analisis makanan dan minuman. Analisis ini dilakukan di laboratorium menggunakan berbagai metode fisik, kimia, mikrobiologi, maupun sensoris. Hasil analisis pangan menjadi dasar bagi produsen, pemerintah, dan konsumen dalam menilai apakah suatu produk layak untuk dikonsumsi atau tidak.
Mengapa Analisis Pangan Penting?
Keamanan pangan menjadi salah satu aspek utama dalam industri pangan. Produk makanan dapat mengalami kontaminasi pada berbagai tahap, mulai dari proses produksi, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi. Kontaminasi tersebut dapat berupa mikroorganisme patogen seperti bakteri, kapang, dan khamir, maupun cemaran kimia seperti residu pestisida, logam berat, dan bahan tambahan pangan yang digunakan secara berlebihan.
Melalui analisis pangan, berbagai potensi bahaya tersebut dapat diketahui sejak awal pengolahan bahan pangan sehingga produk yang tidak memenuhi standar dapat dicegah untuk beredar di pasaran. Selain itu, menurut Santoso et al. (2021), analisis pangan penting dilakukan karena digunakan untuk menentukan komposisi dan karakteristik pangan yang diperlukan dalam penelitian, pengembangan produk, serta pengendalian mutu. Analisis pangan berperan dalam menjamin keamanan dan kualitas pangan sesuai dengan tuntutan konsumen dan regulasi yang berlaku.
Jenis Analisis Pangan untuk Menjamin Keamanan Makanan
Analisis pangan mencakup berbagai jenis pengujian, yaitu analisis kimia, mikrobiologi, fisik, dan sensoris. Analisis kimia dilakukan untuk mengetahui kandungan zat gizi seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan juga mendeteksi adanya bahan kimia yang tidak sesuai standar. Analisis mikrobiologi digunakan untuk mengidentifikasi adanya mikroorganisme yang dapat menyebabkan kerusakan pangan maupun penyakit pada manusia. Selain itu, analisis fisik dilakukan untuk mengevaluasi karakteristik produk seperti warna, tekstur, kadar air, dan kestabilan produk. Pengujian sensoris juga dilakukan untuk menilai penerimaan konsumen terhadap rasa, aroma, dan penampilan makanan.
Manfaat Analisis Pangan bagi Konsumen
Bagi konsumen, analisis pangan memberikan jaminan bahwa produk yang dibeli telah melalui proses pengawasan mutu dan keamanan. Informasi kandungan gizi yang tercantum pada label produk dapat dipercaya karena telah didukung oleh hasil pengujian laboratorium.
Keberadaan analisis pangan juga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan yang beredar. Konsumen dapat memilih produk dengan lebih yakin karena mengetahui bahwa keamanan dan kualitas produk telah diperiksa berdasarkan standar yang berlaku.
Peran Analisis Pangan dalam Industri Pangan
Dalam industri pangan, analisis pangan tidak hanya berfungsi untuk memenuhi persyaratan regulasi, tetapi juga sebagai bagian dari pengendalian mutu. Pengujian yang dilakukan secara rutin membantu produsen menjaga konsistensi kualitas produk, mengurangi risiko keluhan konsumen, serta meningkatkan daya saing di pasar. Produk yang memenuhi standar keamanan dan mutu akan lebih mudah diterima oleh konsumen dan memiliki nilai tambah dibandingkan produk yang tidak teruji.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa keamanan makanan yang dibeli masyarakat didukung oleh berbagai proses pengujian yang dilakukan melalui analisis pangan. Analisis pangan berperan dalam mendeteksi cemaran, memastikan kandungan gizi, menjaga mutu produk, serta melindungi kesehatan konsumen. Oleh karena itu, analisis pangan menjadi salah satu langkah penting dalam menjamin bahwa makanan yang beredar di pasaran aman, berkualitas, dan layak untuk dikonsumsi
Referensi:
Hikmah, A. M., Djasfar, S. P., Prihatiningsih, D., Widyayanti, O. A., Novitriani, K., dan Panduwati, D. R. 2023. Analisis Makanan dan Minuman Untuk Mahasiswa Teknologi Laboratorium Medis. Magelang: Pt. Adikarya Pratama Globalindo.
Santoso, U., Setyaningsih, W., Ningrum, A., dan Ardhi, A. 2021. Analisis pangan. Yogyakarta: UGM PRESS



