logo-color

Publikasi
Artikel Populer

BAGAIMANA CARA MEMPELAJARI PEMBELAJARAN MENDALAM: DARI SEBUAH PENGALAMAN

Latip Rahman, S.Pd.

Latip Rahman, S.Pd.

Guru SD Negeri Cengal IV
latiprahman66@guru.sd.belajar.id

Tulisan yang singkat ini akan membahas bagaimana cara dan tips mempelajari pembelajaran mendalam (PM) atau yang dikenal juga dengan deeplearning. Tentu opini yang saya kemukakan ini berlandaskan pengalaman saya sendiri. Tulisan singkat ini bertujuan untuk berbagi pengalaman kepada pembaca semuanya. Harapannya, tulisan saya ini menjadi pemantik semangat bapak/ibu semuanya dalam memahami PM.

Menurut Giyarto & Sasongko (2025) pembelajaran mendalam merupakan suatu konsep pembelajaran, dan konsep pembelajaran ini bukan barang baru di dunia pendidikan. Konsep pembelajaran mendalam sudah ada sejak lama. Sedangkan menurut Suprayatna, dkk. (2025) PM menjadi relevan dan ramah dalam konteks jaman. Pendekatan ini menawarkan pemahaman konsep yang mendalam, menggerakan penalaran kritis, dan mendobrak penerapan pengetahuan yang kontekstual dan relevan.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa PM bukanlah konsep pembelajaran yang baru akan tetapi sudah ada sejak dulu. Meskipun demikian, PM mampu bahkan sangat relevan dengan kondisi saat ini. Menekankan pemahaman konsep yang lebih mendalam sehingga siswa mampu berpikir kritis dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi secara kontekstual. Kontekstual dalam artian bahwa pembelajaran yang berorientasi pemecahan masalah dengan kondisi nyata  akan dapat menumbuhkan keterampilan berpikir kritis siswa.

PM memiliki banyak istilah. Seperti 8 dimensi profil lulusan, prinsip pembelajaran, pengalaman belajar, dan kerangka pembelajaran. Ya, istilah ini kadang ada yang menyebutnya dengan singkatan “8-3-3-4”. Tentu singkatan ini untuk mempermudah kita dalam mengingat pembelajaran mendalam. Dari singkatan ini kita akan tahu bahwa ada 8 dimensi profil lulusan, ada 3 prinsip pembelajaran yaitu meaningful (bermakna), mindful (berkesadaran), dan joyful (menyenangkan), ada 3 pengalaman belajar  yaitu memahami, mengapilikasikan, dan merefleksi, dan ada 4 kerangka yaitu praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan teknologi, dan kemitraan. Nah,bukan hanya itu ternyata yang perlu kita pamahami dalam pembelajaran mendalam. Ada lagi istilah pembelajaran holistik yang meliputi olah pikir, olah hati, hati rasa, dan olah raga.

Ketika pertama mengetahui mempelajari tentang PM, hal yang pertama kali saya buka adalah HP. Saya cari dimesin pencarian dengan kata kunci “pembelajaran mendalam”. Ada banyak artikel yang muncul membahas tentang PM. Selain itu saya juga mempelajarinya dari Atificial Intellegence (AI), dan ada banyak AI yang bisa kita gunakan. Bahkan di media sosial saja sudah ada AI yang tersedia dan itu juga saya gunakan. Itulah mudahnya jaman sekarang dalam mendapatkan informasi yang ingin kita pelajari.

Pencarian informasi di atas merupakan cara autodidak dengan kata lain dilakukan dengan inisiatif sendiri. Selain secara autodidak saya juga mengikuti berbagai workshop yang diadakan secara online atau daring. Ini untuk menambah wawasan saya secara formal lagi. Tentu kegiatannya cukup lama karena memiliki 32 JP. Dan diakhir kegiatan kita akan mendapatkan sertifikat selain ilmu itu sendiri.

Pengalaman berikutnya ketika saya ditunjuk oleh komunitas untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat). Diklat ini diadakan oleh BBGP Jawa Barat pada tanggal 02 sampai dengan 14 Juni 2025. Diklat ini juga menambah wawasan keilmuan saya dalam memahami pembelajaran mendalam lebih dalam lagi. Diklat ini sendiri memberi ruang kepada saya untuk berdiskusi dengan rekan sejawat. Sehingga dalam diklat ini semakin banyak ilmu yang kita dapatkan baik dari narasumber yang ahli dibidangnya dan dari diskusi bersama teman sejawat peserta diklat.

Selain itu, saya mempelajari pembelajaran mendalam dari berbagai buku. Kebetulan di sekolah saya ada buku-buku yang berjudul tentang PM. Setiap jam istirahat, sambil ngopi saya baca satu-satu buku itu. Ada buku yang membahas dasar-dasar, implementasi dalam tiap mata pelajaran, sampai dengan assesmennya. Di buku-buku tersebut juga diberikan contoh-contoh yang terstruktur dari Perencanaan Pembelajaran Mendalam (PPM).

Nah itu dia sekelumit kisah saya dalam mempelajari PM. Dan saya bukanlah seorang narasumber yang ahli dibidangnya ataupun pengajar PM. Saya hanya mencoba untuk membagikan pengalaman dalam mencari berbagai informasi tentang PM. Karena saya tahu, dengan cara berbagi seperti ini kita akan sama-sama saling belajar, saling berbagi praktik baik dan bertukar pendangan tentang PM.

Pada akhirnya setelah mempelajari tentang PM tentunya harus diimplementasi dalam proses pembelajaran. Karena apapun yang saya ikuti seperti diklat dan webinar misalnya, ujung-ujungnya adalah untuk implementasi proses pembelajaran di kelas. Dan itu memang tujuannya utamanya.

Semoga tulisan singkat ini memberi motivasi bagi bapak/ibu dalam mempelajari pembelajaran mendalam. Sekarang perubahan ada ditangan bapak/ibu semuanya. Semangatttt… .

DAFTAR ISI
Giyarto & Sasongko, P. N. (2025). Assesmen Pembelajaran Mendalam. Klaten: Cempaka Putih.
Suprayatna, A., Bathulloh, H. R., & Wardani, R. H. (2025). Implementasi Pembelajaran Mendalam pada Mata Pelajaran Seni Dan Budaya. Bantul: Intan Pariwara Edukasi.

Tags

Share this post:

Postingan Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jika ingin berlangganan berita dari kami, silakan memasukkan email pada kolom di bawah ini

Radar Edukasi adalah portal berita pendidikan di bawah naungan Penerbit P4I