Ratu Hajratusyaqqila
Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
haesyaqqi.18@gmail.com
Ketika mendengar kata “susu”, sebagian besar masyarakat langsung membayangkan minuman bergizi yang kaya protein, kalsium, dan vitamin. Namun, bagaimana dengan susu kental manis (SKM)? Selama bertahun-tahun, banyak orang menganggap susu kental manis sama dengan susu pada umumnya. Sehingga tidak sedikit orang tua yang menyajikan segelas susu kental manis untuk anak-anak dengan anggapan bahwa manfaat gizinya sama dengan susu biasa. Padahal, berdasarkan komposisi dan kandungan gizinya, susu kental manis memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan ini dapat diketahui melalui analisis pangan, yaitu serangkaian metode ilmiah yang digunakan untuk menentukan kualitas dan kandungan suatu produk pangan.
Fakta yang jarang diketahui adalah bahwa meskipun SKM mengandung susu, komponen terbesar dalam produk ini justru gula. Melalui analisis pangan yang dapat dilihat dari komposisi dan nilai gizi yang tercantum pada kemasan beberapa produk susu kental manis di Indonesia menunjukkan bahwa gula pada SKM dapat mencapai sekitar 40–45% dari total produk. Dalam 100 gram SKM terdapat sekitar 54–56 gram karbohidrat, yang sebagian besar berasal dari gula, sedangkan kandungan proteinnya hanya sekitar 6–8 gram. Menururt literatur Firmawan et al. 2024 juga mengatakan bahwasannya skm memiliki kadar gula yang tinggi dan dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan. Tingginya kandungan gula dan rendahnya protein dibandingkan susu biasa membuat karakteristik gizi SKM berbeda dengan susu cair maupun susu bubuk. Karena itu, SKM lebih tepat digunakan sebagai pelengkap makanan dan minuman, bukan sebagai sumber gizi utama.
Di sinilah analisis pangan berperan penting. Melalui berbagai metode pengujian, analisis pangan mampu mengungkap kandungan gizi suatu produk secara objektif sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada persepsi atau klaim yang beredar. Informasi yang dihasilkan dapat digunakan untuk menilai mutu produk, membandingkan nilai gizinya dengan produk lain, serta membantu konsumen membuat pilihan yang lebih tepat.



