logo-color

Publikasi
Artikel Populer

PELUANG DAN TANTANGAN PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL

Maulida Safitri, Ahmad Thoriq Alqahtani, Amira Yusroh, Badelah

Maulida Safitri, Ahmad Thoriq Alqahtani, Amira Yusroh, Badelah

SMP Negeri 2 Sakra
maulidasaftri456@gmail.com, ahmadthoriqalqahtani27@gmail.com, amirayusroh@gmail.com, hjbadelahspd12@guru.smp.belajar.id

Pendidikan di era digital menghadai berbagai peluang dan tantangan yang signifikan.  Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah cara belajar dan mengajar memberikan akses yang lebih luas seperti akses materi pembelajaran, metode pembelajaran yang interaktif, dan personalisasi. Namun ada juga tantangan seperti kesenjangan akses digital, kebutuhan literasi digital dan risiko masalah etika seperti cyberbullying.

Peluang yang dimiliki dalam pembelajaran dapat mengakses materi pembelajaran yang luas, Peluang ini dapat dimanfaatkan untuk  meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Mesipun teknologi yang semakin terjangkau,  masih terdapat kesenjangan akses untuk para siswa . Banyak siswa yang tinggal di daerah pedesaan  atau ktau keluarga yang tidak mampu  tidak memiliki perangkat digital atau akses internet yang memadai, sehingga menghambat partisipasi mereka dalam pembelajaran. Perkembangan teknologi informasi yang pesat sebagai pemicu utamanya. Menurut adaptasi sistem pendidikan untuk meningkatkan mutu melalui kolaborasi dengan kemampuan teknologi. Pendidikan di era digital memungkinkan pembelajaran yang lebih personal, kolaborasi global, serta akses ke sumber belajar yang tak terbatas, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas dan efektivitas pendidikan.

 

Peluang Pendidikan di Era Digital

Peluang pendidikan di era digital dapat terdiri dari: 

  1. Pendidikan di era digital memiliki peluang dalam mengakses sumber belajar, antara lain:
    • Mengakses sumber belajar tanpa batas, siswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja melalui internet, dapat mengakses materi pembelajaran dari e-book, dan video pembelajaran.
    • Internet menyediakan sumber belajar yang tak terbatas, jauh melampaui buku teks atau buku paket, seperti video pembelajaran interaktif, simulasi, dan platform pendidikan online.
  2. Peluang dalam metode pembelajaran, terdiri dari:
    • Metode pembelajaran inovatif: teknologi memungkinkan metode pembelajaran yang yang lebih menarik sepertii Blended Learning Flipped Clasdoom dan penggunaan Virtual Relity (VR) untuk simulasi.
    • Personalisasi pembelajaran: teknologi memungkinkan materi pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan dan minat individu siswa, serta pembelajaran yang lebih personal.
    • Pembelajaran yang lebih interaktif: aplikasi dan game edukasi membuat belajar menjadi lebih menyenangkan, dan teknologi memungkinkan interaksi yang lebih aktif dalam prose belajar.
  3. Peluang dalam pengembamgan keterampilan, terdiri dari:
    • Keterampilan abad ke-21 era digital mendorong perkembangan keterampilan krusial seoerti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi dan kolaborasi yang sangat dibutuhkan di dunia kerja.
    • Keterampilan digital: siswa dapat mengembangkan keterampilan teknologi yang sangat berguna di dunia kerja untuk masa depan.
    • Pengembangan karakter: pendidikan karakter dan soft skills seperti pemecahan masalah, inisiatif dan tanggung jawab sosial dapat dikembangkan melalui proyek bebasis digital.
  4. Peluang dalam kolaborasi dan jejaring, terdiri dari:
    • Kolaborasi global: teknologi memfasilitasi kolaborasi dengan teman sebaya dan peneliti dariseluruh dunia, serta partisipasi dalm proyek internasional.
    • Komunitas belajar yang luas: Siswa dapat belajar dan terhubung dengan orang lain dari berbagai lokasi, memperkaya pengalaman belajar mereka.

Pendidikan di era digital menawarkan peluang dan tantangan yang saling berhubungan. Untuk memanfaatkan peluang ini secara maksimal diperlukan upaya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru dan orang tua untuk mengatasi tantangan seperti kesenjangan akses teknologi dan kurangnya keterampilan digital. Namun dengan pendekatan yang yepat, pendidikan dapat bertransformasi menjadi lebih inklusif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

 

Tantangan Pendidikan di Era Digital

Tantangan utama pendidikan di era digital, yaitu kesenjangan akses teknologi dan literasi digital, masalah etika dan keamanan siber, serta dampak pada interaksi sosisal dan motivasi siswa. Selain itu, peran guru untuk mengubah dan menyediakan kebutuhan siswa untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, seperti Artificial Intelegensi (AI) menjadi tantangan tersendiri.

Berikut penjelasan berbagai tantangan pendidikan di era digital, antara lain:

  1. Kesenjangan Akses dan Literasi Digital:
    • Akses yang tidak merata: Kesenjangan antara siswa yang memiliki akses internet stabil dan perangkat canggih dengan mereka yang tidak, terutamadi daerah terpencil dan pedesaan.
    • Keterampilan digital yang terbatas: kurangnya kemampuan teknis di kalangan guru dan siswa untuk mengoperasikan perangkat dan platform pembelajaran online secara efektif.
    • Tingkat literasi digital yang rendah: kesadaran yang masih rendah terhadap literasi digital membuat siswa rentan terhadap konten negatif, seperti hoax, disinformasi, dan konten berbahaya lainnya.
  2. Keamanan dan Etika Siber
    • Ancaman siber: risiko terhadap keamanan data, seperti kebocoran data, peretasan sistem, penipuan daring dan penjudian
    • Perundungan siber: tindakan perundungan terjadi melalui platform digital dan media sosial
    • Etika penggunaan teknologi: tanyangan dalam penggunaan etika, yaitu mengajarkan etika digital, plagiarisme, hak cipta dari penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.
  3. Motivasi dan Interaksi Sosial
    • Motivasi dan disiplin siswa: dalam pembelajaran siswa masih sulit untuk menjaga kedisiplinan dan motivasi siswa masih kurang karena minimnya pengawasan dan interaksi langsung.
    • Kurangnya interaksi sosial: berkurangnya interaksi tatap muka yang bisa memengaruhi semangat belajar dan perkembangan sosial siswa.
    • Ketergantungan pada teknologi: potensi dari distraksi dari media sosial dan godaan untuk menggunakan teknologi secara tidak produktif saat belajar.
  4. Peran Guru dan Kurikulum
    • Peran guru yang berubah: guru tidak hanya sebagai penyampai materi, tetapi juga harus menjadi fasilitator, pembimbing, dan mampu mengintegrasikan teknologi dengan efektif.
    • Adaptasi kurikulum: perlunya penyesuaian kurikulum agar relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja di masa depan.

Pendidikan di era digital merupakan keniscayaan yang transformatif, keberhasilannya bergantung pada kemampuan mengatasi tantangan dengan memanfaatkan peluang, yang fokus pada pembangunan infrastruktur, pelatihan guru, kurikulum adaptif, dan kebijakan inklusif agar pendidikan digital menjadi kekuatan pendoron kemajuan yang merata, bukan justru memperlebar jurang ketertinggalan.

Tags

Share this post:

Postingan Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jika ingin berlangganan berita dari kami, silakan memasukkan email pada kolom di bawah ini

Radar Edukasi adalah portal berita pendidikan di bawah naungan Penerbit P4I