logo-color

Publikasi
Artikel Populer

YUK KENALI GAYA BELAJARMU!

Maulidi Arsih Umaroh Islamiah

Maulidi Arsih Umaroh Islamiah

Kemampuan pemecahan masalah sangat penting bagi setiap manusia baik orang dewasa ataupun anak-anak. Anak-anak atau manusia pada usia sekolah harus memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik sehingga dapat mengatasi masalah dalam kegiatan belajar. Pemecahan masalah adalah suatu usaha mencari jalan keluar dari suatu kesulitan untuk mencapai suatu tujuan yang tidak segera dapat dicapai (Polya, 1973). Ketika melakukan kegiatan pemecahan masalah, peserta didik diharapkan tidak hanya berfokus kepada hasil akhir saja tetapi lebih mengutamakan proses dan strategi yang digunakan sehingga peserta didik dapat meningkatkan cara berpikir dan kreativitasnya, memiliki ketekunan dan rasa ingin tahu, dan memiliki kepercayaan diri dalam situasi apapun.

Sangat besar terjadi kemungkinan perbedaan kemampuan pemecahan masalah karena setiap peserta didik memiliki cara belajar yang berbeda dalam memahami suatu permasalahan. Perbedaan cara belajar disebut dengan gaya belajar. Gaya belajar adalah kecenderungan yang dilakukan secara konsisten oleh peserta didik ketika belajar dalam menyerap dan mengolah informasi. Perlu diingat bahwa mengenali gaya belajar yang dimiliki belum tentu menjadikan peserta didik menjadi lebih pandai tetapi dengan mengenali gaya belajar yang dimiliki maka peserta didik dapat menentukan cara yang lebih efektif dalam menyerap informasi sehingga permasalahan yang sering dialami oleh peserta didik dan guru dapat diminimalisir. DePorter & Hernacki membagi tipe gaya belajar berdasarkan panca indra yaitu visual, auditorial, dan kinestetik. Setiap peserta didik memiliki kombinasi dari ketiga tipe gaya belajar tersebut tetapi hanya ada satu tipe gaya belajar yang lebih mendominasi.

Gaya belajar visual adalah gaya belajar yang lebih banyak memanfaatkan indra penglihatan sehingga mata adalah indra yang paling peka dalam menangkap setiap rangsangan dengan cara melihat, mengamati, dan sejenisnya. Peserta didik dengan gaya belajar visual akan lebih cepat memahami ketika mempelajari bahan ajar yang disajikan secara tertulis, bagan, grafik, dan gambar (Maheni, 2019). Gaya belajar auditorial adalah gaya belajar yang lebih banyak memanfaatkan indra pendengaran, telinga adalah indra yang paling peka dalam menangkap setiap rangsangan dengan cara mendengar. Seseorang dengan gaya belajar auditorial akan lebih cepat memahami ketika mempelajari bahan ajar yang disajikan dalam bentuk suara (ceramah), pelajaran yang diterangkan oleh guru, teman, atau radio (Maheni, 2019). Gaya belajar kinestetik merupakan gaya belajar yang lebih banyak memanfaatkan indra perasa dan gerakan fisik sehingga aktivitas fisik adalah cara yang paling baik dalam menangkap setiap rangsangan dengan cara bergerak, meraba, dan sejenisnya. Seseorang dengan gaya belajar kinestetik akan lebih cepat memahami ketika berhubungan dengan praktik atau pengalaman belajar secara langsung (Maheni, 2019).

 

Daftar Pustaka:

Maheni, N.P.K. 2019. Pengaruh Gaya Belajar dan Lingkungan Teman Sebaya Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa di Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha, 11(1), 85-95. [10.23887/jjpe.v11i1.20077].

Polya. 1973. How to Solve It. New Jersey: Princeton University Press.

Tags

Share this post:

Postingan Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jika ingin berlangganan berita dari kami, silakan memasukkan email pada kolom di bawah ini

Radar Edukasi adalah portal berita pendidikan di bawah naungan Penerbit P4I