logo-color

Publikasi
Artikel Populer

TAK SEMUA YANG VIRAL AMAN DIKONSUMSI: KETAHUI PENTINGNYA ANALISIS PANGAN

Deakinanti Sintaktika

Deakinanti Sintaktika

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
deakinantisintaktika@gmail.com

Pangan merupakan kebutuhan dasar yang menentukan keberlangsungan hidup manusia. Setiap harinya kita mengonsumsi berbagai jeriis pangan, mulai dari makanan segar hingga produk olahan yang dijual di pasaran. Perkembangan industri pangan telah menghasilkan berbagai jenis makanan kemasan yang praktis, menarik, dan mudah dijangkau. Saat ini tren konsumsi makanan kemasan semakin meningkat, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda yang cenderung lebih menyukai produk pangan dengan cita rasa unik, harga terjangkau, serta kemasan yang menarik. Berbagai makanan ringan impor maupun lokal banyak beredar di pasaran dan menjadi populer melalui media sosial. Produk pangan tersebut meliputi keripik dengan berbagai varian rasa, mi instan, permen, minuman siap saji, serta camilan khas dari berbagai negara.

Namun sebagian besar konsumen, masih sering abai dan kurang memastikan keamanan makanan sebelum mengonsumsinya. Tidak sedikit masyarakat yang tertarik membeli produk hanya karena sedang viral, memiliki bentuk yang unik, atau direkomendasikan oleh influencer tanpa memeriksa informasi penting seperti izin edar, komposisi bahan, tanggal kedaluwarsa, dan status registrasi produk. Padahal tidak semua makanan, terutama produk makanan impor yang beredar, telah terdaftar atau memperoleh izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kondisi ini dapat meningkatkan risiko konsumsi produk yang tidak memenuhi standar keamanan dan mutu pangan.

Salah satu kasus yang terjadi adalah keracunan pangan yang disebabkan oleh pangan olahan “Latiao”. Berdasarkan penjelasan publik dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), terjadi Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan (KLB KP) di beberapa wilayah Indonesia yang diduga berkaitan dengan konsumsi produk Latiao. Latiao merupakan produk pangan olahan yang berbahan dasar tepung dan memiliki karakteristik tekstur kenyal serta rasa pedas dan gurih. Produk pangan olahan “Latiao” tersebut terdaftar di BPOM sebagai produk impor yang diproduksi di Tiongkok. Hasil pengujian laboratorium terhadap empat jenis produk latiao menunjukkan adanya kontaminası bakteri golongan Bacillus cereus yang berpotensi menghasilkan toksin penyebab gejala keracunan seperti sakit perut, pusing, mual, dan muntah. Adanya kontaminasi mikroba, cemaran kimia, bahan berbahaya, maupun ketidaksesuaian mutu dalam suatu produk pangan dapat diketahui melalui analisis pangan.

Pentingnya Analisis Pangan

Analisis pangan adalah bagian dari analisis kimia yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengukur komponen yang terdapat dalam bahan pangan. Analisis ini meliputi analisis kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui jenis senyawa atau zat yang terkandung dalam pangan, serta analisis kuantitatif yang bertujuan untuk menentukan jumlah atau kadar masing masing komponen yang terdapat dalam bahan pangan tersebut. Melalui analisis pangan, komposisi kimia, kandungan gizi, serta karakteristik mutu dan keamanan suatu produk dapat diketahui sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam menjamin kualitas dan keamanan pangan yang dikonsumsi.

Analisis pangan mencakup berbagai aspek yang digunakan untuk menilai mutu, keamanan, dan karakteristik suatu bahan pangan sebagai dasar pemenuhan standar dan regulasi yang berlaku, seperti Standar Nasional Indonesia (SNI), ketentuan BPOM, serta standar mutu yang diterapkan dalam industri. Melalui analisis pangan, suatu produk dapat dievaluasi kesesuaiannya terhadap persyaratan yang telah ditetapkan sehingga keamanan, kualitas, dan kelayakannya untuk diedarkan maupun dikonsumsi oleh masyarakat dapat dipastikan. Bahan pangan tersusun dari komponen berupa senyawa kimia yang terdiri dari air, protein, karbohidrat, vitamin, mineral dan beberapa senyawa minor lainnya. Ruang lingkup analisis pangan meliputi analisis fisik, analisis kimia, dan analisis mikrobiologi.

Analisis fisik dilakukan untuk mengamati karakteristik bahan pangan seperti warna, tekstur, bentuk, ukuran, berat, kadar air, dan penampakan secara keseluruhan. Analisis ini penting karena berkaitan dengan sifat fisik suatu produk, sehingga menjadi indikator awal penentuan kualitas dan tingkat kelayakan makanan tersebut untuk dikonsumsi. Analisis kimia digunakan untuk menentukan komposisi, kandungan zat gizi, dan bahan tambahan yang digunakan dalam bahan pangan. Zat gizi meliputi protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, maupun senyawa lain seperti antioksidan dan senyawa bioaktif. Pengujian ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian komposisi dengan standar yang berlaku, mendeteksi adanya bahan tambahan atau cemaran kimia yang berpotensi membahayakan kesehatan, serta mendukung pengendalian mutu dan pelabelan informasi gizi pada produk pangan.

Selanjutnya adalah analisis mikrobiologi, pengujian ini bertujuan untuk mendeteksi dan menghitung keberadaan mikroorganisme dalam pangan, termasuk bakteri, kapang, dan khamir. Hasil analisis memastikan bahwa jumlah mikroorganisme yang terdapat dalam pangan masih berada dalam batas yang diperbolehkan sesuai standar yang berlaku, sehingga produk memenuhi persyaratan edar dan aman untuk dikonsumsi. Analisis mikrobiologi berperan dalam mencegah risiko penyakit atau keracunan pangan yang dapat disebabkan oleh mikroorganisme patogen. Setelah memahami peran dan pentingnya analisis pangan, kita sebagai konsumen diharapkan dapat lebih cermat dan selektif dalam memilih produk pangan yang akan dikonsumsi. Keputusan untuk membeli dan mengonsumsi suatu produk jangan hanya didasarkan pada tren saja, tetapi juga mempertimbangkan aspek keamanan, mutu, dan legalitas produk yang dikeluarkan oleh BPOM.

 

Referensi:

Abriana, A., dan Fatmawati. 2025. Analisis Pangan Teori dan Metode. Makassar: De La Macca.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). (2024). Penjelasan Publik Nomor HM.01.1.2.11.24.92 tentang Kejadian Luar Biasa Keracunan Pangan yang Diduga Disebabkan Oleh Pangan Olahan Latiao. Diakses dari: https://www.pom.go.id/penjelasan-publik/penjelasan-publik-nomor-hm-01-1-2-11-24-92-tanggal-1-november-2024-tentang-kejadian-luar-biasa-keracunan-pangan-yang-diduga-disebabkan-oleh-pangan-olahan-latiao

Fauziah, R., dan Suparmi, S. 2022. Penerapan Hygiene Sanitasi Pengelolaan Makanan Dan Pengetahuan Penjamah Makanan. Jambura Health and Sport Journal. Vol. 4(1): 11-18.

Purwasih, R. 2021. Analisis Pangan. Subang: POLSUB PRESS.

Tarigan, R. E., Puspitasari, A., Rahayuningsih, C. K., Fahmi, M. I. W., Dewi, A. P., Martha, R. D., Aliah, A. I., Minarsih, T., Supardan, A. D., Gumilar, A. G., Nugroho, A., Supriyatna, B., Lestari, D. A., Wibowo, S., dan Purba, T. H. 2024. Analisis Makanan dan Minuman. Purbalingga: CV Eureka Media Aksara.

Tags

Share this post:

Postingan Lain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jika ingin berlangganan berita dari kami, silakan memasukkan email pada kolom di bawah ini

Radar Edukasi adalah portal berita pendidikan di bawah naungan Penerbit P4I