Renandini Putri
Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa
andinitugas24@gmail.com
Setiap hari masyarakat mengonsumsi berbagai jenis makanan dan minuman, mulai dari bahan pangan segar hingga produk olahan yang diproduksi dalam skala industri. Ketersediaan pangan yang beragam memberikan kemudahan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menimbulkan tantangan dalam menjaga keamanan dan kualitas produk yang beredar. Tidak semua konsumen menyadari bahwa sebelum suatu produk dipasarkan, produk tersebut harus melalui berbagai tahapan pengujian untuk memastikan keamanannya. Menurut Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM, 2023), keamanan pangan merupakan kondisi yang menjamin pangan terbebas dari cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Oleh karena itu, analisis pangan menjadi bagian penting dalam sistem pengawasan pangan untuk menjamin keamanan dan mutu produk yang dikonsumsi masyarakat.
Analisis pangan merupakan serangkaian metode dan teknik yang digunakan untuk mengetahui komposisi kimia, kandungan zat gizi, mutu, serta keamanan suatu bahan pangan. Menurut Badan Standardisasi Nasional (BSN, 2021), pengujian pangan diperlukan untuk memastikan bahwa suatu produk telah memenuhi standar mutu yang ditetapkan sehingga layak diedarkan dan dikonsumsi. Melalui analisis pangan, berbagai parameter seperti kadar air, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat dapat diukur secara objektif. Selain itu, analisis juga digunakan untuk mendeteksi keberadaan mikroorganisme patogen, logam berat, residu pestisida, maupun cemaran lain yang berpotensi membahayakan kesehatan. Informasi yang diperoleh dari hasil analisis menjadi dasar dalam pengendalian mutu dan penjaminan keamanan pangan.
Dalam kehidupan sehari-hari, manfaat analisis pangan dapat dilihat secara langsung melalui informasi nilai gizi yang tercantum pada kemasan makanan dan minuman. Data pada label tersebut diperoleh melalui berbagai pengujian laboratorium sehingga dapat memberikan gambaran mengenai kandungan zat gizi suatu produk. Informasi tersebut membantu konsumen dalam memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan kondisi kesehatannya. Sebagai contoh, seseorang yang sedang menjalani program diet dapat memperhatikan kandungan kalori dan lemak, sedangkan penderita diabetes dapat membandingkan kadar gula antarproduk sebelum membeli. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (2022), informasi gizi pada kemasan pangan berperan penting dalam mendukung pola konsumsi yang lebih sehat dan mencegah penyakit tidak menular.
Bagi industri pangan, analisis pangan memiliki fungsi yang sangat penting dalam menjaga konsistensi mutu produk yang dihasilkan. Setiap perusahaan harus memastikan bahwa produk yang dipasarkan memiliki kualitas yang stabil sehingga mampu memenuhi harapan konsumen dan persyaratan regulasi yang berlaku. Pengujian terhadap bahan baku, proses produksi, hingga produk akhir dilakukan secara berkala untuk mencegah terjadinya penyimpangan mutu. Menurut BPOM, kegiatan pengujian mutu merupakan bagian dari sistem jaminan keamanan pangan yang wajib diterapkan oleh industri guna menghasilkan produk yang aman dan berkualitas. Dengan demikian, analisis pangan tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga mendukung keberlangsungan dan daya saing industri pangan.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan yang signifikan dalam bidang analisis pangan. Berbagai metode modern mampu mendeteksi kandungan zat gizi maupun cemaran dalam jumlah yang sangat kecil dengan tingkat ketelitian yang tinggi. Penggunaan instrumen canggih memungkinkan proses pengujian dilakukan dengan lebih cepat, efisien, dan menghasilkan data yang lebih akurat dibandingkan metode konvensional. Kemajuan ini menjadi sangat penting karena sistem produksi dan distribusi pangan saat ini semakin luas dan kompleks. Oleh karena itu, analisis pangan dapat dianggap sebagai salah satu fondasi utama dalam menjamin keamanan, kualitas, dan kepercayaan masyarakat terhadap produk pangan yang beredar.
Referensi:
Andarwulan, N., Kusnandar, F., dan Herawati, D. 2018. Analisis Pangan. Jakarta: Universitas Terbuka.
Badan Pengawas Obat dan Makanan. 2023. Keamanan Pangan dan Pengawasan Pangan Olahan. Jakarta: BPOM RI.
Badan Standardisasi Nasional. 2021. Standar Nasional Indonesia (SNI) Sistem Manajemen Keamanan Pangan. Jakarta: BSN.
Direktorat Standardisasi Pangan Olahan BPOM. 2021. Pedoman Keamanan dan Mutu Pangan Olahan. Jakarta: BPOM RI.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 2022. Pedoman Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Winarno, F.G. 2018. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.



