Talita Shaki Syauqiah, Dwi Rahmawati, Ziadatul Maulida, Badelah
SMP Negeri 2 Sakra
tasashaki160811@gmail.com, dwi2934@gmail.com, zia700113@gmail.com, silfakur@gmail.com, hjbadelahspd12@guru.smp.belajar.id
Sampah merupakan sisa dari kegiatan sehari-hari manusia yang sudah tidak dapat digunakan lagi, seperti sisa makanan, barang bekas, dan limbah industri. Sampah pada dasarnya barang yang dibuang karena tidak memiliki nilai lagi. Sampah yang tidak dapat didaur ulang lagi sebaiknya dibuang saja. Namun sampah plastik yang dapat diolah menjadi pot bunga, hiasan dinding dapat disimpan di tempan yang aman, sedangkan sampah plasting seperti mika, bungkus jajan, bungkus nasi, kantong ini hanya satu kali pakai tentu harus dibuang.
Sampah di lingkungan sekolah cukup banyak dan pengelolaannya masih belum maksimal, seperti sampah plastik yang bersumber dari bekas minum, bungkus jajan,. Sampah plastik bisa dipilah dari sampah lainnya, karena sampah plastik bisa dijual atau didaur ulang. Dalam mengurangi sampah plastik di sekolah siswa juga memiliki peran aktif melalui tindakan sederhana seperti memilah sampah plastik memanfaatkan botol minum dan tempat makan yang dapat digunakan kembali, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dandan mengolah sampah plastik menjadi barang bernilai seni.
Pengelolaan sampah di sekolah belum dilaksanakan dengan baik, dan pihak sekolah belum ada solusi yang maksimal, karena masih saja siswa membuang sampah di bak sampah yang sudah penuh padahal ada bak sampah yang belum penuh seharusnya tempat membuany sampah tersebut. Pihak sekolah juga memiliki petugas dari pemerintah yang mengambil sampah setiap hari. Namun sampah masih saja terlihat semakin bertambah banyak, akhirnya pihak sekolah memutuskan untuk dibuatkan lubang sampah. Sampah plastik dan sampah lainnya dibuang dlubang tersebut kau sudah penuh kemudian ditimbun tanah.
Aksi Sederhana untuk Meningkatkan Kesadaran Bijak Plastik Pada Siswa
Sampah plastik sangat berbahaya, jika tidak diperhatikan karena dapat merusak pemandangan lingkungan sekolah. Sebagai warga sekolah perlu turut andil dalam mengurangi pencemaran akibat sampah plastik ini. Bukan hanya petugas kebersihan saja yang harus memiliki kesadaran bijak plastik siswa pun harus peduli dengan sampah palstik.
Sejak dini kita harus mengajarkan siswa untuk bijak plastik baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Aksi mengurangi dampak sampah plastik. Kita harus mengajak siswa menjadi pelopor kesadaran bijak sampah plastikdi sekolah dengan beberapa langkah aksi sederhana.
Adapun aksi sederhana siswa dalam mengurangi sampah plastik di sekolah, antara lain:
- Melakukan kegiatan kebersihan setiap hari baik di dalam kelas maupun di luar kelas dengan cara membagi tuag kebersihan sebelum masuk kelas.
- Membawa botol air minum dari rumah supaya tidak membeli air di kantin setiap hari. Botol air minum ini dapat diisi ulang secara terus menerus, sedangkan membeli air minum yang menggunakan botol plastik atau gelas plastik hanya dipakai sekali saja dan harus dibuang.
- Menggunakan kantong kain untuk membawa makanan atau benda lain, karena kantong kain tahan lama atau dapat digunakan berulang kali.Menggunakan kantong kain lebih aman dari pada kantong plastik. Hindari penggunaan kantong plastik karena hany dipakai sekali saja terus dibuang.
- Membuat tempat sampah plastik yang dapat didaur ulang, sekolah perlu mendukung kebijakan daur ulang sampah plastik yang dilakukan siswa guna mengasah kreativitas serta dan hasilnya dapat dipajang di sekolah.
- Membuat bank plastik di lingkungan sekolah: upaya untuk mengurangi biaya sampah plastik yang bisa dilakukan oleh para siswa, yaitu dengan membuat bank plastik yang dibantu oleh para guru dan pihak sekolah. Sampah plastik dari siswa nantinya akan dikumpulkan dan disalurkan ke pihak pengepul atau pengelola sampah plastik.
Mengurangi Dampak Sampah Plastik di Lingkungan Sekolah
Untuk mengurangi dampak sampah plastik di sekolah, yaitu siswa dan guru dapat melakukan kebiasaan membawa botol minuman dan bekal dari rumah, dan mengadakan jumat bersih, membuat bank sampah untuk memilah dan mendaur ulang, serta mengadakan program edukasi dan kompanye kesadaran ,jngkungan kepada warga sekolah.
Untuk lebih jelasnya ada beberapa ttndakan yang bisa dilakukan mengatasi sampak plastik di lingkungan sekolah, yaitu:
- Tindakan siswa dan guru, yaitu:
- Tindakan yang bisa dilakukan siswa dan guru, yaitu: membawa botol minuman dan bekal dari rumah supaya besok lagi bisa dipakai ulang untuk dapat mengurangi sampah plastik dari minuman kemasan dan dan makanan dari kantin.
- Membawa tas dan kantong sendiri, yaitu: gunakan tas kain untuk membawa barang agar tidak menggunakan kantong plastik.
- Tolak plastik sekali pakai, seperti sedotan, gelas minum plastik saat membeli makanan dan minuman.
- Tindakan sekolah, yaitu:
- Sediakan fasilitas isi ulang air, yaitu: pasang dispenser air minum supaya siswa dapat mengisi ulang boyol air minum mereka.
- Kelola sampah dengan baik, yaitu: sediakan tempat sampah terpisah sampah otganik dengan sampah anorganik. Kumpulkan sampah plastik untuk didaur ulang melalui bank sampah sekolah.
- Gunakan sampah plastik untuk kegiatan kreatif : manfaatkan sampah plastik sebagai bahan untuk proyek seni dan kerajinan di kelas.
- Adakan program edukasi dan kompanye: lakukan “Jumat Bersih” secara rutindi sekolah dan adakan kmpanye kesadaran lingkungan untuk mengedukasi siswa tentang gampak sampah plastik.
- Membentuk komunitas peduli lingkungan di sekolah untuk menggalang dukungan dan ide-ide baru.
Siswa memilki peran penting dalam mengurangi sampah di lingkungan sekolah. Dengan cara membiasakan diri membawa bekal tanpa menggunakan plastik, memilah dan memilih sampah plastik yang bisa didaur ulang dan tidak bisa didaur ulang. Siswa berperan aktif dalam program sekolah tentang mengurangi sampah yang menggunakan plastik, seperti kantong plastik, botol plastik, dan bungkus jajan plastik.









