Oktavianus Tampubolon, S.H., M.H.
BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan
oktavianustampubolon90@gmail.com
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas penulisan laporan aktualisasi peserta Latsar CPNS serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, meliputi tingkat pemahaman konsep aktualisasi nilai dasar ASN, peran mentor dan coach, serta konsistensi antara rancangan dan implementasi kegiatan. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi laporan aktualisasi, wawancara mendalam, dan kuesioner kepada peserta Latsar CPNS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas laporan aktualisasi sangat dipengaruhi oleh pemahaman konseptual peserta, efektivitas pembimbingan, serta kemampuan menerapkan kaidah penulisan ilmiah. Laporan yang berkualitas ditandai dengan analisis isu yang tajam, integrasi nilai dasar ASN yang argumentatif, serta dukungan data yang memadai. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pembekalan penulisan ilmiah dan optimalisasi peran mentor serta coach dalam proses aktualisasi.
Kata kunci: Latsar CPNS, laporan aktualisasi, nilai dasar ASN, mentor, coach, kualitas penulisan ilmiah.
PENDAHULUAN
Penulisan laporan aktualisasi bagi peserta Latsar CPNS merupakan salah satu tahapan krusial dalam proses pembentukan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional dan berintegritas. Latsar CPNS sendiri diselenggarakan sebagai implementasi amanat Undang-Undang tentang ASN dan kebijakan pengembangan kompetensi yang dikoordinasikan oleh Lembaga Administrasi Negara. Melalui kegiatan aktualisasi, peserta tidak hanya dituntut memahami nilai-nilai dasar ASN seperti BerAKHLAK, tetapi juga menginternalisasikannya dalam pelaksanaan tugas di unit kerja masing-masing. Namun dalam praktiknya, masih banyak peserta yang mengalami kesulitan dalam menuangkan proses dan hasil aktualisasi tersebut ke dalam bentuk laporan yang sistematis, analitis, dan sesuai dengan pedoman yang berlaku.
Permasalahan utama dalam penulisan laporan aktualisasi umumnya berakar pada keterbatasan pemahaman peserta terhadap substansi kegiatan aktualisasi itu sendiri. Sebagian peserta masih memandang laporan sebagai sekadar kewajiban administratif, bukan sebagai bentuk refleksi kritis atas penerapan nilai dasar ASN dan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja organisasi. Akibatnya, laporan yang disusun cenderung deskriptif tanpa analisis mendalam, kurang mengaitkan antara isu yang diangkat dengan nilai-nilai dasar ASN, serta belum menunjukkan dampak perubahan yang terukur. Selain itu, kemampuan akademik dalam menyusun karya tulis ilmiah yang runtut, logis, dan berbasis data juga menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi peserta yang telah lama tidak terbiasa dengan penulisan formal.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif (mixed method sederhana). Pendekatan ini dipilih untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai kualitas laporan aktualisasi serta faktor-faktor yang memengaruhinya.
PEMBAHASAN
Tingkat Pemahaman Peserta Latsar CPNS terhadap Konsep Aktualisasi Nilai Dasar ASN
Pemahaman peserta terhadap konsep aktualisasi nilai dasar ASN menjadi fondasi utama dalam penyusunan laporan. Aktualisasi bukan sekadar pelaksanaan kegiatan di unit kerja, melainkan proses internalisasi dan implementasi nilai dasar ASN (BerAKHLAK) dalam penyelesaian isu nyata organisasi. Dalam praktiknya, masih ditemukan peserta yang belum sepenuhnya mampu mengaitkan antara isu strategis yang diangkat dengan nilai dasar ASN secara argumentatif dan sistematis.
Secara ilmiah, tingkat pemahaman ini dapat dianalisis melalui indikator: (1) kemampuan mengidentifikasi isu aktual yang relevan, (2) kemampuan mengaitkan isu dengan nilai dasar ASN, (3) ketepatan dalam merumuskan gagasan pemecahan masalah, serta (4) kemampuan merefleksikan dampak kegiatan terhadap organisasi. Rendahnya pemahaman sering kali disebabkan oleh kurangnya pendalaman materi konseptual selama pembelajaran klasikal maupun keterbatasan literasi kebijakan publik dan administrasi pemerintahan.
Dengan demikian, kualitas laporan aktualisasi sangat dipengaruhi oleh seberapa dalam peserta memahami substansi aktualisasi sebagai proses perubahan berbasis nilai, bukan hanya sebagai proyek kegiatan rutin yang didokumentasikan.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Penulisan Laporan Aktualisasi
Kualitas laporan aktualisasi tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi motivasi peserta, kemampuan berpikir analitis, keterampilan menulis ilmiah, manajemen waktu, serta pengalaman kerja sebelumnya. Peserta dengan kemampuan literasi akademik yang baik cenderung mampu menyusun laporan yang lebih sistematis, argumentatif, dan berbasis data.
Sementara itu, faktor eksternal mencakup dukungan organisasi, budaya kerja di unit penempatan, ketersediaan data, intensitas pembimbingan, serta beban kerja rutin. Beban kerja yang tinggi sering menjadi hambatan dalam proses dokumentasi dan refleksi kegiatan aktualisasi. Selain itu, perbedaan persepsi antar pembimbing mengenai standar kualitas laporan juga dapat memengaruhi hasil akhir yang disusun peserta.
Analisis faktor-faktor ini penting untuk merumuskan intervensi yang tepat, baik dalam bentuk pelatihan penulisan ilmiah, penguatan sistem mentoring, maupun kebijakan internal instansi yang mendukung proses aktualisasi.
Peran Mentor dan Coach dalam Meningkatkan Kualitas Laporan Aktualisasi
Dalam sistem Latsar CPNS yang diselenggarakan berdasarkan kebijakan pengembangan kompetensi ASN oleh Lembaga Administrasi Negara, mentor dan coach memiliki peran strategis. Mentor berfungsi sebagai pembimbing substantif di unit kerja, sedangkan coach berperan mengarahkan proses pembelajaran dan sistematika laporan.
Secara ideal, mentor membantu peserta mengidentifikasi isu prioritas organisasi, memastikan relevansi kegiatan aktualisasi, serta memberikan akses terhadap data dan dukungan implementasi. Coach, di sisi lain, berperan dalam membimbing kerangka berpikir analitis, kesesuaian sistematika penulisan, serta refleksi nilai dasar ASN dalam laporan.
Permasalahan muncul ketika intensitas pembimbingan tidak optimal, komunikasi kurang efektif, atau terjadi perbedaan ekspektasi antara mentor dan coach. Oleh karena itu, efektivitas peran pembimbing dapat dianalisis melalui frekuensi konsultasi, kualitas umpan balik, serta dampaknya terhadap perbaikan laporan peserta.
Kesesuaian antara Rancangan dan Implementasi Aktualisasi
Salah satu aspek penting dalam laporan aktualisasi adalah konsistensi antara rancangan kegiatan yang diseminarkan pada tahap awal dengan implementasi nyata di unit kerja. Secara konseptual, rancangan aktualisasi memuat identifikasi isu, gagasan kreatif pemecahan masalah, rencana aksi, serta indikator keberhasilan.
Namun dalam praktiknya, sering terjadi deviasi antara perencanaan dan pelaksanaan, baik karena faktor teknis, perubahan kebijakan, maupun keterbatasan sumber daya. Deviasi tersebut tidak selalu menjadi masalah apabila dijelaskan secara rasional dan reflektif dalam laporan. Permasalahan muncul ketika peserta tidak mampu menjelaskan perubahan tersebut secara analitis.
Kajian terhadap kesesuaian ini dapat dilakukan dengan membandingkan dokumen rancangan dan laporan akhir, serta menilai konsistensi logika pemecahan masalah, keberlanjutan program, dan dampak yang dihasilkan terhadap peningkatan kinerja organisasi.
Kesesuaian Laporan Aktualisasi dengan Prinsip Penulisan Ilmiah
Sebagai karya tulis ilmiah terapan, laporan aktualisasi seharusnya memenuhi prinsip sistematis, logis, objektif, berbasis data, dan argumentatif. Struktur laporan umumnya mencakup pendahuluan, tinjauan teori/konseptual, rancangan aktualisasi, pelaksanaan, hasil dan pembahasan, serta simpulan dan rekomendasi.
Permasalahan yang sering ditemukan adalah laporan yang terlalu deskriptif tanpa analisis mendalam, kurangnya data dukung, inkonsistensi antara bab, serta minimnya refleksi terhadap nilai dasar ASN. Beberapa laporan juga belum sepenuhnya memenuhi kaidah akademik seperti penggunaan referensi, penyusunan daftar pustaka, dan teknik sitasi yang benar.
Evaluasi terhadap aspek ini dapat dilakukan melalui analisis dokumen menggunakan indikator standar penilaian laporan aktualisasi. Hasil kajian dapat menjadi dasar perbaikan kurikulum pembekalan penulisan ilmiah dalam Latsar CPNS.
KESIMPULAN
Secara umum, pemahaman peserta terhadap konsep aktualisasi nilai dasar ASN tergolong baik, namun belum sepenuhnya terwujud dalam kualitas analisis laporan yang mendalam dan argumentatif. Kualitas penulisan laporan dipengaruhi oleh faktor internal seperti literasi ilmiah, kemampuan analitis, dan motivasi, serta faktor eksternal seperti dukungan organisasi dan efektivitas pembimbingan.
Peran mentor dan coach terbukti penting dalam meningkatkan mutu laporan melalui arahan substantif dan umpan balik sistematis. Sebagian besar peserta menunjukkan kesesuaian antara rancangan dan implementasi aktualisasi, meskipun kemampuan menjelaskan deviasi secara analitis masih perlu ditingkatkan. Dari sisi kaidah ilmiah, laporan umumnya telah mengikuti sistematika yang ditetapkan, namun penguatan pada aspek analisis dan penggunaan data pendukung masih diperlukan agar laporan aktualisasi lebih mencerminkan proses pembelajaran reflektif dan profesional.
DAFTAR PUSTAKA
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications.
Denhardt, J. V., & Denhardt, R. B. (2015). The new public service: Serving, not steering (4th ed.). Routledge.
Knowles, M. S., Holton, E. F., & Swanson, R. A. (2015). The adult learner (8th ed.). Routledge.
Lembaga Administrasi Negara. (2021). Peraturan dan pedoman penyelenggaraan pelatihan dasar CPNS. LAN RI.
Republik Indonesia. (2023). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara.










